Suaranusantara.com – Pemerintah Kota Banjarmasin terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan transportasi publik yang ramah pelajar melalui dua program unggulan, Angkutan Pelajar Ceria (APACE) dan Angkutan Pelajar Disabilitas (APDI).
Kedua layanan ini tidak hanya membantu mobilitas pelajar secara gratis, tetapi juga menjadi cikal bakal pengembangan angkutan umum modern di kota seribu sungai tersebut.
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai Program APACE dan APDI merupakan contoh nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang ramah, aman, dan inklusif bagi pelajar.
Menurut Djoko, layanan angkutan umum di Banjarmasin mulai berkembang dengan inisiasi program APACE pada 1 Oktober 2018. Program ini merupakan layanan antar-jemput gratis yang disediakan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perhubungan (Dishub), khusus untuk mengantar dan menjemput pelajar sekolah.
“Sesuai peruntukannya, angkutan pelajar ini hanya beroperasi pada hari masuk sekolah, dan armada APACE tidak diperbolehkan mengangkut penumpang selain pelajar,” kata Djoko dalam keterangannya.
Program APACE terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada 2019, Dishub menambah dua unit armada untuk melayani sepuluh trayek dengan memanfaatkan taksi kota agar tidak menimbulkan gejolak di kalangan pengemudi. Setiap kendaraan mendapatkan insentif sebesar Rp175.000 per hari untuk menunjang operasional. Tahun 2020 ditambah dua unit, lalu pada 2021 cakupan layanan diperluas hingga 15 trayek.
Perkembangan terus berlanjut: tahun 2022 terdapat 8 unit tambahan yang melayani 325 penumpang per hari, tahun 2023 meningkat menjadi 387 penumpang, dan tahun 2024 mencapai 477 penumpang per hari.
“Keberadaan angkutan pelajar ini dapat meningkatkan keamanan pelajar saat bepergian ke sekolah dan membantu meningkatkan kesejahteraan para sopir angkot yang direkrut, karena mereka mendapat kepastian pendapatan dan tidak perlu menombok biaya BBM lagi,“ tutur Djoko.
Sementara itu, Angkutan Pelajar Disabilitas (APDI) mulai beroperasi pada 2019 dengan dua unit taksi kota yang melayani dua trayek. Pada 2020 ditambah satu unit, dan di 2021 cakupan meningkat menjadi enam trayek. Tahun 2022, APDI mengangkut 56 penumpang per hari, naik menjadi 65 penumpangpada 2023 dan 70 penumpang per hari di 2024.
Pelayanan APACE dan APDI disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin. Jadwal antar-jemput dikomunikasikan antara pihak sekolah, pengemudi, dan Dishub untuk memastikan layanan berjalan efektif.
Hingga Maret 2025, Dishub Banjarmasin telah mengoperasikan 15 unit APACE yang melayani 57 sekolah, serta 5 unit APDI yang melayani 6 sekolah (terdiri dari 5 sekolah inklusi dan 1 Sekolah Luar Biasa/SLB).
Ke depan, lanjut Djoko, Dishub berencana terus meningkatkan kualitas SDM pengemudi dan memperluas jangkauan trayek agar semakin banyak pelajar yang merasakan manfaat transportasi sekolah gratis ini.
