Suaranusantara.com- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana akan mengajukan anggaran untuk keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Hal ini dikarenakan serapan anggaran MBG terus mengalami peningkatan hingga akhir 2025. Dadan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp.28,63 triliun.
“Total kebutuhan anggaran kita tambahan yang kita sedang ajukan ke Kementerian Keuangan adalah Rp 28,63 triliun jadi ke Badan Gizi Nasional diprediksi akan menyerap 99 persen dana Rp 71 triliun kemudian ditambah dengan Rp 28,63 triliun, sehingga kita akan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 99 triliun tahun 2025,” kata Dadan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, Rabu 12 November 2025.
Saat ini, serapan anggaran bantuan pemerintah untuk MBG sudah mencapai Rp 36,23 triliun dari alokasi Rp 51,2 triliun. Dengan asumsi kebutuhan tambahan sebesar Rp 29,5 triliun sampai akhir tahun, masih ada kekurangan dana sebesar Rp 14,53 triliun.
BGN juga diketahui saat ini tengah menyiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk 8.000 titik daerah terpencil.
Maka dari itu diperlukan tambahan anggaran guna membangun SPPG di 8000 titik lokasi terpencil tersebut. Diperkirakan anggaran untuk SPPG itu sekitar Rp 14,1 triliun.
“Selain itu, kita sedang juga mengembangkan SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di daerah-daerah terpencil yang sudah kami data ada 8 ribu,” ujarnya.
