Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil Laporkan PNBP ESDM hingga RDMP di Kaltim

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Kamis 20 November 2025 dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto (instagram @sekretariat.kabinet)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Kamis 20 November 2025 dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto (instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Kamis 20 November 2025 dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana.

Pemanggilan itu kata Bahlil merupakan agenda rutin Prabowo guna mendengarkan laporan dari para pembantunya alias menteri-menterinya.

“Saya sendiri. Saya kan sebagai pembantu Bapak Presiden. Sebagai pembantu Presiden, setiap dipanggil harus siap untuk melaporkan apa-apa yang menjadi tugas KPI (Key Performance Indicator) dan atau perintah lain dari Bapak Presiden kepada menteri,” ujar Bahlil, Kamis 20 November 2025.

Bahlil mengatakan, dirinya melaporkan sejumlah lapiran terkait ESDM, mulai dari capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM, realisasi lifting, serta rencana peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur.

“Saya kan harus melaporkan terhadap target di dalam APBN. Kan sebentar lagi kan bulan Desember mau selesai. Bagaimana PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) kita? PNBP kita sudah 85 persen dari target yang diberikan dalam APBN,” kata Bahlil, usai pertemuan, Kamis.

Ia mengungkapkan, lifting minyak pun sudah mencapai target yang ditetapkan

Sementara proyek RDMP di Kalimantan Timur berencana akan diresmikan dalam waktu dekat. Jika diresmikan, swasembada di bidang energi solar dan avtur akan tercapai pada tahun 2026.

Ia menyebut, proyek itu akan menciptakan lompatan besar dalam ketahanan energi nasional

“Proyek ini diproyeksikan membawa lompatan besar bagi ketahanan energi nasional dan diharapkan bisa mewujudkan swasembada solar dan avtur pada 2026,” tulis akun itu.

Pada pertemuan itu, Bahlil juga melaporkan perkembangan program listrik yang semakin meluas dan masuk ke daerah yang belum mendapatkan listrik yang layak, serta perkembangan di Papua secara menyeluruh.

Exit mobile version