Suaranusantara.com- Usai diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu, membuat pasokan kelistrikan di Aceh mengalami gangguan sehingga sejumlah wilayah terdampak jadi gelap gulita. Namun, hingga Minggu 7 Desember 2025 Perusahaan Listrik Negara (PLN) berhasil memulihkan kelistrikan di Aceh mencapai 93 persen.
Sebanyak 1,7 masyarakat di Aceh kini bisa kembali menikmati listrik. Diketahui, ada empat wilayah yang mengalami gelap gulita lantaran diterjang bencana banjir paling parah.
Empat wilayah itu di antaranya Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Pasokan listrik itu diharapkan mampu memberikan kemudahan kepada korban untuk beraktivitas.
Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar saat lawatannya ke Aceh pada Minggu 7 Desember 2025.
Prabowo memberikan apresiasi atas kerja keras dan kecepatan semua pihak, termasuk PLN dalam memulihkan kembali listrik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas pasca bencana yang menerpa.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua lembaga, para gubernur, bupati yang hadir. Terutama, saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada semua pejabat, semua yang ada di lapangan, semua lembaga, TNI, Polri, BNPB, PLN, Kemensos, serta para dokter. Jadi, saya sampaikan terima kasih. Semuanya bekerja keras,” kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Senin 8 Desember 2025.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa arahan Presiden sejak awal bencana untuk segera mempercepat pemulihan seluruh kelistrikan Aceh dengan berbagai upaya dan kerjasama lintas sektoral.
Oleh karena itu, pihaknya bersama PLN terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, BNPB, Kementerian/Lembaga terkait dan semua stakeholders untuk mempercepat memulihkan pasokan listrik.
“Alhamdulillah, pemulihan kelistrikan di empat kabupaten berjalan lancar. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi berkat kolaborasi kuat antara PLN, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat, hal ini bisa tercapai dengan segera. Kita tahu pemulihan listrik dan energi sangat krusial karena berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat apalagi di masa-masa sulit seperti saat ini,” ujar Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa kehadiran Prabowo yang turun langsung ke Aceh memberikan dorongan moril yang sangat besar bagi seluruh insan PLN di lapangan.
“Dukungan dan kehadiran langsung dari Bapak Presiden menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh tim kami di lapangan. Setelah berhari-hari bekerja non-stop, para petugas tentu kelelahan menghadapi medan dan cuaca yang ekstrem,” ujarnya.
Walau dilanda banyak tantangan,, namun berubah seketika lantaran mendapata dorongan semangat dari pemerintah. Dan akhirnya, Aceh kembali terang
“Namun, rasa lelah tersebut berubah menjadi semangat. Hal yang sebelumnya tak mungkin, menjadi sangat mungkin. Alhamdulillah, progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen,” imbuh Darmawan.
Darmawan menjabarkan untuk membuat sistem kelistrikan Aceh seperti sedia kala, dibutuhkan waktu 24 jam ke depan untuk dilakukan proses sinkronisasi.
“Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh. Proses sinkronisasi dilakukan untuk mengeliminasi pemadaman bergilir sehingga sistem kelistrikan Aceh menjadi pulih seperti sedia kala,” ungkap Darmawan.
Darmawan menerangkan pemulihan sistem kelistrikan dilakukan dengan mengutamakan fasilitas-fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, posko pengungsian, kantor pemerintahan, jaringan telekomunikasi dan fasilitas vital lainnya. Secara bertahap, pasokan listrik juga terus disalurkan ke rumah-rumah masyarakat.
“Jaringan telekomunikasi yang sebelumnya lumpuh, kini dapat beroperasi, sama seperti fasilitas-fasilitas publik vital lainnya. Kami juga tetap mengutamakan keselamatan warga dengan memastikan setiap lokasi telah aman dari genangan air sebelum kembali dialiri listrik. Tidak hanya itu, petugas PLN juga terus bersiaga di wilayah-wilayah yang terdampak untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan kelistrikan susulan,” ungkap Darmawan.
Darmawan mengatakan bahwa proses pemulihan menjadi sangat menantang ketika banjir dan longsor susulan merobohkan beberapa tower transmisi tegangan tinggi di sejumlah titik baru yang sebelumnya tidak terdampak.
Kondisi ini memaksa PLN melakukan identifikasi ulang jaringan, mengerahkan peralatan tambahan, serta meningkatkan jumlah personel untuk membangun tower darurat dalam waktu singkat.
“Di tengah upaya penyambungan transmisi yang sudah kami identifikasi, cuaca kembali memburuk dan merobohkan tower di titik baru. Ini memerlukan peralatan baru dan tambahan tenaga di lapangan. Namun berkat kerja bersama TNI, Polri, Pemda, BNPB, BPBA, hingga masyarakat, semua kendala tersebut dapat kami atasi,” pungkasnya.
