Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Badan Pengkajian MPR Adakan FGD Cari Solusi Krisis

Drt by Drt
25 May 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
1
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com. – Di tengah pelemahan rupiah yang menembus level terendah sepanjang sejarah, Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Depresiasi Rupiah dan Ketahanan Ekonomi Nasional: Implikasi Moneter, Implementasi Fiskal, dan Kesejahteraan Sosial” di Depok, Senin (25/5).

FGD ini merupakan bagian dari Kajian Komprehensif UUD NRI Tahun 1945 dan pelaksanaannya, khususnya terkait sistem keuangan negara, perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial dengan fokus membaca pelemahan rupiah bukan sekadar sebagai gejolak pasar, melainkan sebagai ujian bagi desain konstitusi dan kelembagaan Indonesia.

Ketua Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI, Ir. H. Tifatul Sembiring, menyampaikan bahwa tema ini diangkat karena depresiasi rupiah kini menjadi perhatian luas, dari forum akademik hingga perbincangan akar rumput.

BACAJUGA

Badan Pengkajian MPR Bahas Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila

Badan Pengkajian MPR RI Menilai Pasal 30 UUD 1945 Perlu Direvisi untuk Hadapi Ancaman Non-Militer dan Hybrid

Menurut Tifatul, pelemahan nilai tukar bukan sekadar persoalan teknis Bank Indonesia, tetapi sinyal seberapa tangguh fondasi perekonomian nasional dan seberapa siap negara menjaga stabilitas harga, ruang fiskal, dunia usaha, serta daya beli masyarakat. Negara, tegas Tifatul, harus memiliki mekanisme yang jelas dan terencana untuk menghadapi situasi moneter dan perekonomian yang sulit, sehingga tidak selalu berada dalam posisi reaktif ketika tekanan global datang.

Hadir Anggota Kelompok IV Badan Pengkajian MPR RI, yaitu Prof. Dr. Darmadi Durianto (Fraksi PDI Perjuangan), Heri Gunawan, S.E., M.AP. (Fraksi Gerindra), Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. (Fraksi PKB), Drs. H. Guntur Sasono, M.Si. (Fraksi Demokrat), Yance Samonsabra, S.H., M.Si. (Kelompok DPD), Soelarso, S.E. (Kelompok DPD), dan Jyalika Maharani, S.I.Kom. (Kelompok DPD). Mereka mengikuti secara saksama pemaparan para narasumber dan memberikan pandangan strategis dari perspektif kelembagaan MPR

Sebagai narasumber, Dr. Banu Muhammad Haidlir (Akademisi FE UI) memaparkan bahwa depresiasi rupiah saat ini layak disebut sebagai “stress test konstitusional”.

Dalam paparannya, Banu menunjukkan bagaimana rupiah melemah dari sekitar Rp15.399 per dolar AS di akhir 2023 menjadi sekitar Rp17.670 pada 22 Mei 2026, atau erosi nilai tukar hampir 15 persen dalam dua tahun. Pelemahan ini dipicu kombinasi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak, kebijakan moneter global yang tetap ketat, dan arus keluar modal akibat _rebalancing_ indeks MSCI.

Banu menegaskan, pertanyaan utama bagi MPR adalah apakah Pasal 23 (keuangan negara), Pasal 33 (perekonomian nasional), dan Pasal 34 (kesejahteraan sosial) telah cukup kuat dan operasional untuk menghadapi guncangan seperti ini.

Dari sisi kebijakan, Banu menjelaskan bahwa Bank Indonesia terjebak dalam dilema trilemma moneter, yaitu menjaga stabilitas kurs, membuka mobilitas modal, dan mempertahankan independensi suku bunga secara bersamaan. BI akhirnya menaikkan suku bunga ke 5,25 persen, memperketat pembelian dolar tunai, dan menjalankan enam lapis pertahanan di pasar keuangan.

Namun, langkah ini dibayar dengan terkikisnya cadangan devisa hampir 10 miliar dolar AS dalam empat bulan dan pemangkasan outlook Indonesia menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat global. Di sisi fiskal, APBN kuartal I-2026 menunjukkan belanja tumbuh tiga kali lebih cepat dari pendapatan, defisit sudah mendekati 1 persen PDB, dan utang pemerintah mencapai sekitar 40,75 persen PDB dengan beban bunga yang menghabiskan hampir seperlima pendapatan negara.

Banu juga mengingatkan bahwa di balik angka pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada kuartal I-2026, terdapat masalah struktur yang serius. Pertumbuhan tersebut sangat ditopang lonjakan konsumsi pemerintah, sementara produktivitas rendah dan kelas menengah justru menyusut sekitar 10,6 juta jiwa dalam enam tahun terakhir. Dalam kondisi seperti ini, pelemahan rupiah menjadi pukulan berlapis bagi rumah tangga rentan melalui kenaikan harga pangan berbasis impor, biaya kesehatan, serta risiko PHK di sektor manufaktur padat karya. Bagi MPR, gambaran ini menjadi dasar penting untuk mengkaji kembali bagaimana negara menerjemahkan mandat keadilan sosial dan kesejahteraan dalam kebijakan nyata ketika krisis datang.

Dari perspektif eksternal dan struktural, Yusuf Wibisono dari Nextpolicy menyoroti bahwa pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah periode panjang surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang relatif tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa akar masalah berada pada struktur ekonomi yang masih dangkal dan ketergantungan tinggi pada ekspor komoditas primer serta impor strategis, mulai dari pangan hingga barang modal. Yusuf menekankan, selama Indonesia masih mengandalkan ekspor bahan mentah dan impor produk bernilai tambah tinggi, setiap gejolak global akan kembali menekan rupiah dan menggerus daya beli rakyat.

Sementara itu, Esther Sri Astuti (Direktur Eksekutif INDEF) menekankan dimensi risiko global dan sosial. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia berpotensi memperlebar defisit fiskal dan menambah tekanan inflasi, sementara perlambatan ekonomi global menekan ekspor dan meningkatkan _imported inflation_. Bagi pelaku usaha dan pekerja, kondisi ini berarti biaya produksi yang lebih tinggi, ancaman PHK, dan melemahnya daya beli. Bagi rumah tangga miskin, pelemahan rupiah akan cepat terasa di meja makan dan akses layanan kesehatan. Karena itu, menurut Esther, fokus kebijakan ke depan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi memperkuat kualitas pertumbuhan, ketahanan pangan, pendalaman pasar keuangan, dan pengurangan ketergantungan pada impor strategis.

Dari sisi kelembagaan, MPR RI melalui Badan Pengkajian melihat situasi ini sebagai momentum penting untuk memperdalam kajian ketatanegaraan di bidang keuangan negara dan perekonomian. Depresiasi rupiah yang terjadi secara beruntun membuka ruang refleksi apakah desain pasal-pasal konstitusi tentang keuangan negara, perekonomian, dan kesejahteraan sosial sudah cukup memberi panduan dan batasan bagi kebijakan ketika negara menghadapi tekanan global dan krisis berkepanjangan.

Dalam FGD ini, mengemuka sejumlah gagasan, antara lain perlunya norma ketahanan fiskal (_fiscal resilience_) di Pasal 23, penguatan independensi otoritas moneter di tingkat konstitusi, serta klausul minimum belanja perlindungan sosial di Pasal 34 yang tidak boleh dipotong dalam kondisi tekanan fiskal.

Di akhir paparannya, para narasumber berharap MPR tidak berhenti di tataran norma, tetapi juga menyentuh tata kelola kebijakan sehari-hari. Diusulkan, misalnya, agar UU Keuangan Negara dimutakhirkan dengan mekanisme _automatic stabilizer_ bagi belanja sosial ketika terjadi shock eksternal, dan agar UU Bank Indonesia menegaskan stabilitas nilai tukar sebagai mandat yang setara dengan pengendalian inflasi. Mereka juga mengingatkan pentingnya memastikan bahwa konsolidasi fiskal tidak dilakukan dengan memangkas belanja sosial untuk kelompok rentan, tetapi melalui peningkatan kualitas belanja dan penguatan basis penerimaan.

Penutup, dikemukakan bahwa depresiasi rupiah saat ini adalah ujian nyata bagi ketangguhan sistem ketatanegaraan Indonesia. Gejolak nilai tukar mengungkap bagaimana instrumen moneter, fiskal, struktur ekonomi, dan perlindungan sosial saling terkait dan berbatas pada satu hal yang sama, yakni kemampuan negara menjalankan amanat konstitusi di tengah krisis dan eskalasi geopolitik. Ke depan, hasil kajian dan rekomendasi FGD ini akan disarikan Badan Pengkajian MPR RI sebagai bahan untuk memperkuat arah kebijakan dan, bila diperlukan, penyempurnaan pengaturan di tingkat konstitusi maupun undang-undang, agar negara lebih siap menghadapi guncangan serupa di masa mendatang.

Tags: Badan Pengkajian MPR RIFocus Group Discussionkrisis
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Kunjungan Prabowo ke Bandung Disambut Meriah oleh Warga, Jalanan Dipenuhi Lambaian Merah Putih 

by SNC 7
25 May 2026

Suaranusantara.com - Presiden Prabowo Subianto tiba di Stadion Siliwangi,...

Nasional

Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad, Simpan Kisah Presiden hingga Jenderal Dunia 

by SNC 7
25 May 2026

Suaranusantara.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan...

Sejarah Baru, Prabowo Jadi Presiden Aktif Pertama yang Ngajar Perwira Sesko TNI-Polri 

25 May 2026
Lestari Moerdijat: Literasi AI bagi Penyandang Disabilitas Pelaksanaan Amanat Konstitusi

Lestari Moerdijat: Literasi AI bagi Penyandang Disabilitas Pelaksanaan Amanat Konstitusi

25 May 2026

Pelayanan Haji di Makkah Dinilai Baik, Tapi Rasa Makanan Jadi Keluhan

25 May 2026

Majelis Etik Ombudsman Lanjutkan Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Etik Hery Susanto

25 May 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

8 months ago
MotoGP 2024, Emilia Romagna

Jadwal MotoGP 2024 Jepang, Siapa yang Akan Unggul?

2 years ago
Alaves vs Real Madrid

Preview Alaves vs Real Madrid: Misi Kebangkitan Los Blancos di Tengah Tekanan!

1 year ago
Ilustrasi Tilang Manual

Mulai Hari Ini, Tilang Manual Kembali Di Berlakukan Di Wilayah Polres Tangerang Kota

3 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Badan Pengkajian MPR Adakan FGD Cari Solusi Krisis
Nasional

Badan Pengkajian MPR Adakan FGD Cari Solusi Krisis

by Drt
25 May 2026

Suaranusantara.com. – Di tengah pelemahan rupiah yang menembus level terendah sepanjang sejarah, Kelompok IV Badan Pengkajian MPR...

Ilustrasi kemacetan di Ibu Kota Jakarta, Gubernur Pramono Anung ditantang untuk batasi jam operasional mal (Instagram @insidesurabaya)

Uji Nyali Pramono, DPRD DKI Jakarta Minta Batasi Operasional Mal Demi Cegah Kemacetan dan Hemat BBM

25 May 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa(Instagram @pakpurbayafans)

Purbaya Siap Beraksi Demi Penguatan Rupiah Balik ke Rp 15.000

25 May 2026
Presiden RI Prabowo Subianto akan taklimat ke 1000 perwira Seskoad di Bandung (Instagram @sekretariat.kabinet)

Prabowo ke Bandung, Taklimat ke 1.000 Perwira Seskoad

25 May 2026
Ilustrasi sapi kurban yang dibeli Presiden Prabowo dari Mojokerto, Jawa Tengah (YouTube @Metro TV)

Sambut Iduladha 2026, Prabowo Borong Dua Sapi Jumbo Berbobot 1 Ton Lebih dari Mojokerto

25 May 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com