Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Badan Pengkajian MPR Bahas Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila

Drt by Drt
24 May 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
3
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Badan Pengkajian MPR RI Kelompok I menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila” sebagai bagian dari kajian komprehensif terhadap UUD NRI Tahun 1945 serta pelaksanaannya, di Yogyakarta, Jumat (21/5/2026).

FGD ini menghadirkan dua narasumber akademisi, yaitu Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum. (Dosen HTN FH UII) dan Dr. Abdul Gaffar Karim (dosen FISIPOL Universitas Gadjah Mada). FGD diikuti Pimpinan dan Anggota Badan Pengkajian MPR RI antara lain Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, Dr. Andreas Hugo Pereira, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Tohari, DESS., M.Sc., Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., Denty Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H., Dr. H. Hilmi Muhammad,MA, Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., Jialyka Maharani, SIKom, serta jajaran Sekretariat Jenderal MPR.

Dalam forum tersebut mengemuka pandangan bahwa demokrasi Indonesia tidak cukup hanya diukur dari terselenggaranya pemilu, keberadaan partai politik, parlemen, kebebasan berpendapat, dan lembaga-lembaga demokrasi. Tantangan yang lebih mendasar adalah bagaimana seluruh mekanisme demokrasi tersebut benar-benar menghadirkan kedaulatan rakyat secara substantif.

BACAJUGA

Badan Pengkajian MPR RI dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak melalui FGD di Makassar

Gelar FGD Di DIY, BP MPR dan Pakar UGM Kaji Pertahanan dan Keamanan Negara

Badan Pengkajian MPR memandang bahwa kedaulatan rakyat dalam Demokrasi Pancasila tidak boleh berhenti sebagai legitimasi elektoral lima tahunan. Rakyat harus memiliki ruang yang nyata untuk didengar, diwakili, mengawasi, mengoreksi, dan ikut menentukan arah penyelenggaraan negara.

Dalam kerangka acuan FGD, tema Kelompok I diarahkan pada penguatan sistem Demokrasi Pancasila, sistem demokrasi perwakilan yang berlandaskan prinsip musyawarah mufakat dalam sila keempat Pancasila, serta penguatan demokrasi substansial di tengah dominasi demokrasi prosedural.

Salah satu pokok pembahasan yang menonjol adalah pentingnya partisipasi publik yang bermakna. Forum menilai bahwa di era digital, partisipasi publik semakin luas, tetapi belum tentu semakin berkualitas. Media sosial membuat suara publik semakin ramai, tetapi tidak semua yang viral mencerminkan aspirasi rakyat yang sesungguhnya.

Karena itu, lembaga negara dinilai perlu memiliki kemampuan untuk membedakan antara noise dan voice: mana yang sekadar kegaduhan, emosi, atau manipulasi digital, dan mana yang benar-benar merupakan aspirasi masyarakat yang perlu ditindaklanjuti dalam proses kebijakan.

Dr. Abdul Gaffar Karim dalam policy brief-nya menekankan bahwa demokrasi Indonesia relatif kuat secara prosedural, tetapi masih lemah dalam memastikan kontrol rakyat atas kekuasaan. Kedaulatan rakyat tidak boleh sekadar menjadi sumber legitimasi kekuasaan, melainkan harus menjadi instrumen rakyat untuk mengarahkan dan mengoreksi kebijakan negara.

Forum juga membahas batas antara kritik dan penghinaan. Kritik dipandang sebagai bagian penting dari kontrol rakyat terhadap kekuasaan dan tidak harus selalu disertai solusi. Kritik yang sehat adalah kritik yang berorientasi pada perbaikan, koreksi kebijakan, dan tuntutan akuntabilitas. Sebaliknya, hinaan adalah serangan personal yang tidak memiliki orientasi perbaikan dan tidak berbasis argumentasi.

Selain isu demokrasi digital, FGD juga menyoroti pentingnya penguatan partai politik, pendidikan politik, literasi konstitusi, representasi komunitas dan golongan, serta perlunya kanal aspirasi yang mampu menampung suara masyarakat adat, perempuan, pemuda, petani, nelayan, profesi, dan kelompok sosial lainnya.

Dalam forum tersebut juga mengemuka pandangan bahwa MPR perlu terus diperkuat sebagai rumah besar permusyawaratan kebangsaan. MPR tidak semata-mata dipahami sebagai lembaga seremonial, tetapi sebagai forum konstitusional untuk mengintegrasikan aspirasi rakyat, daerah, dan komunitas, serta merumuskan rekomendasi bagi penataan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Pembahasan juga menyentuh pentingnya haluan negara atau Pokok-Pokok Haluan Negara sebagai kompas besar penyelenggaraan negara. Haluan negara dinilai tidak perlu dimaknai sebagai dokumen teknis yang mengambil alih kewenangan Presiden, tetapi sebagai pegangan strategis agar pembangunan nasional tidak terputus-putus akibat pergantian pemerintahan.

Selain demokrasi politik, forum menekankan pentingnya demokrasi ekonomi. Kedaulatan rakyat tidak hanya berarti rakyat berdaulat di bilik suara, tetapi juga harus berdaulat atas tanah, pangan, energi, tambang, frekuensi, dan sumber daya strategis lainnya. Dalam konteks ini, Pasal 33 UUD 1945 perlu terus dihidupkan sebagai dasar pengelolaan sumber daya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Prof. Ni’matul Huda dalam paparannya menegaskan bahwa demokrasi dapat menjadi korup apabila seluruh sarana dan mekanismenya hanya menjadi simbol, tanpa ditopang rule of law, tanggung jawab, disiplin, moral, integritas, dan martabat. Dalam bahan paparannya juga disoroti problem demokrasi prosedural, politik uang, pelembagaan partai politik, serta praktik legislasi cepat yang minim partisipasi bermakna.

FGD menyimpulkan bahwa tantangan Demokrasi Pancasila saat ini bukan semata-mata pada ada atau tidaknya mekanisme demokrasi, melainkan pada apakah mekanisme tersebut benar-benar menghadirkan kedaulatan rakyat dalam praktik.

Demokrasi Pancasila perlu bergerak dari demokrasi prosedural menuju demokrasi substantif; dari sekadar pemilu menuju kontrol rakyat; dari keramaian partisipasi menuju partisipasi bermakna; dari kedaulatan politik menuju kedaulatan sosial-ekonomi; serta dari forum formal menuju permusyawaratan kebangsaan yang hidup.

“Kedaulatan rakyat dalam Demokrasi Pancasila tidak cukup diwujudkan melalui hak memilih. Ia harus hadir dalam kemampuan rakyat untuk didengar, diwakili, mengawasi, mengoreksi, dan menikmati hasil pembangunan secara adil,” demikian salah satu rumusan pokok yang mengemuka dalam FGD tersebut.

Hasil FGD ini akan menjadi bahan bagi Badan Pengkajian MPR dalam penyusunan rekomendasi kajian komprehensif terhadap UUD NRI Tahun 1945 serta pelaksanaannya, khususnya terkait penguatan kedaulatan rakyat dalam perspektif Demokrasi Pancasila.

Tags: Badan Pengkajian MPR RIDemokrasi PancasilaFGDKedaulatan Rakyat
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Mahfud MD bicara soal kasus korupsi yang menjerat Febrie Adriansyah (Instagram @dearwoman.id)
Nasional

Mahfud MD Sebut Kasus Korupsi Febrie Adriansyah sebagai ‘Gempa Bumi Hukum’ Mengguncang Penegakan Hukum di Indonesia

by Feri Spt
15 July 2026

Suaranusantara.com- Mahfud MD turut menyoroti soal kasus korupsi yang...

Mahfud MD bicara soal kasus korupsi Febrie Adriansyah (Instagram @hypekabar)
Nasional

Mahfud MD Desak Prabowo untuk KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

by Feri Spt
15 July 2026

Suaranusantara.com- Mahfud MD mendesak Presiden RI Prabowo Subianto turun...

Penemuan barang bukti di rumah Febrie Adriansyah berupa emas batangan dan uang dolar AS-Singapura (Instagram @norecehinfo)

FBI-Secret Service AS Cek Uang Dolar Sitaan Korupsi Febrie Adriansyah

15 July 2026
Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran DEN temui Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Selasa 14 Juli 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Luhut Binsar Pandjaitan beserta Jajaran DEN Menghadap Prabowo di Hambalang, Bahas Apa?

15 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato hari Koperasi Nasional ke 79 (Instagram @kemenkop)

Siapa yang Dimaksud Pemimpin Pengkhianat disebut Prabowo Saat Hari Koperasi? Ini Analisis Pakar

15 July 2026
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram @menkeuri)

Purbaya Klaim Prabowo Pantau Terus Kondisi Ekonomi RI: Selalu Diskusi

15 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Hyrox olahraga yang memadukan lari dan latihan fungsional (YouTube @JhonGetStrong)
Olahraga

Fenomena Hyrox, Kepengen Ikutan Daftar! Simak Tips Berikut dari Dokter Dijamin Finish Strong

by Feri Spt
15 July 2026

Suaranusantara.com- Siapa yang tak kenal dengan Hyrox yang kini bisa dibilang booming diikuti oleh para selebriti Tanah...

Menkeu Purbaya bicara soal strategi pajak (Instagram @menkeuri)

Purbaya Ungkap Cara Jitu Biar Orang Kaya Bayar Pajak: Saya Akan Kumpulin Telurnya

15 July 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung janji sediakan ruang khusus bagi lansia (Instagram @pramonoanungw)

Pramono Janji Akan Buatkan Tempat Nongkrong Bagi Lansia di Jakarta: Biar Jadi Ruang Silaturahmi

15 July 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal sistem tarif terintegrasi (Instagram @pramonoanungw)

Dorong Penggunaan Angkutan Umum, Pramono Anung Siapkan Sistem Tarif Terintegrasi: Bayar Sekali untuk Berbagai Moda Transportasi

15 July 2026
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Budi Muliawan

MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital

15 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com