Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Gelar FGD Di DIY, BP MPR dan Pakar UGM Kaji Pertahanan dan Keamanan Negara

snc4 by snc4
7 July 2026
in Nasional
Reading Time: 4 mins read
A A
Badan Pengkajian MPR RI gelar diskusi dengan Pakar UGM

Badan Pengkajian MPR RI gelar diskusi dengan Pakar UGM

1
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Badan Pengkajian (BP) MPR RI Kelompok V menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pertahanan dan Keamanan Negara” di Yogyakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945 hasil amandemen, khususnya mengenai pengaturan pertahanan dan keamanan negara yang dinilai perlu disesuaikan dengan dinamika ancaman global.

FGD dipimpin Wakil Ketua BP MPR RI sekaligus Ketua Kelompok V, Dr. Benny K. Harman, S.H dan dihadiri anggota Kelompok V BP MPR RI, yakni Drs. H. Guntur Sasono, M.Si, Zainul Munasichin, M.A, Ir. Hanan A. Rozak, M.S, H. Al Hidayat Samsu, S.Pd., M.Pd, Aji Mirni Mawarni, S.T., M.M, Denty Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I, M.E.I dan Jialyka Maharani, S.I.Kom.

Sejumlah akademisi dari Universitas Gadjah Mada turut menjadi narasumber pakar, yakni, Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Dafri, M.A, Guru Besar Fakultas Filsafat/Ketua Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si, dan Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Badan Riset Inovasi Nasional Dr. Muhammad Najib Azca, M.A., Ph.D.

BACAJUGA

Badan Pengkajian MPR RI dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak melalui FGD di Makassar

MPR Kaji Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila

Dalam pengantarnya, Benny mengatakan evaluasi terhadap UUD NRI Tahun 1945 dilakukan dengan melibatkan para akademisi, pakar, dan masyarakat sebagai bagian dari proses penyusunan rekomendasi yang komprehensif. Menurutnya, setelah lebih dari 25 tahun diterapkan, konstitusi perlu terus dikaji agar tetap relevan menjawab perkembangan zaman.

Ia menilai isu pertahanan dan keamanan kini berkembang jauh melampaui pendekatan konvensional. Perubahan geopolitik, kemajuan teknologi, hingga munculnya ancaman nonmiliter menuntut adanya perspektif baru dalam memaknai sistem pertahanan negara sebagaimana diatur dalam konstitusi.

“Apakah rumusan pasal yang ada saat ini masih relevan dengan tantangan global yang terus berubah? Karena itu kami membutuhkan pandangan akademisi dan para ahli untuk memberikan masukan, termasuk kemungkinan penyempurnaan rumusan konstitusi,” ujar Benny.

Diungkapkannya, FGD menjadi instrumen penting bagi MPR dalam menjalankan fungsi pengkajian sebelum merumuskan rekomendasi perubahan konstitusi. Selain berdialog dengan kalangan akademisi, BP MPR RI juga secara rutin menyerap aspirasi masyarakat melalui berbagai forum di berbagai daerah agar evaluasi terhadap UUD 1945 dilakukan secara menyeluruh dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Perlu Reorientasi Kebijakan Pertahanan dan Keamanan

Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Dafri, M.A., menilai Indonesia perlu melakukan reorientasi kebijakan pertahanan dan keamanan agar mampu menjawab dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Dalam paparannya di forum MPR RI, ia menegaskan bahwa lingkungan strategis dunia telah berubah drastis akibat rivalitas Amerika Serikat-Tiongkok, perang Rusia-Ukraina, konflik Gaza, ketegangan di Laut China Selatan, hingga meningkatnya ancaman nontradisional seperti keamanan siber, pangan, energi, dan maritim.

Ditegaskan Dafri, konsep keamanan tidak lagi dapat dipandang secara sempit atau hanya berorientasi ke dalam (inward looking). Indonesia harus mulai mengembangkan strategi yang lebih outward looking tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Ia menekankan bahwa kebijakan pertahanan harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan global yang bersifat dinamis dan mempertimbangkan hubungan keamanan kawasan secara menyeluruh.

Dafri juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari ketimpangan postur pertahanan antarmatra, lemahnya sistem radar nasional, ketergantungan terhadap alutsista asing, hingga tata kelola pengadaan pertahanan yang perlu diperbaiki. Menurutnya, pembangunan kekuatan militer tidak cukup hanya menambah jumlah persenjataan, tetapi harus meningkatkan kualitas, kredibilitas, serta daya gentar (deterrence) agar mampu mencegah potensi ancaman terhadap Indonesia.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah membangun lembaga kajian strategis pertahanan yang independen sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional. Selain memperkuat industri pertahanan dalam negeri, Indonesia juga dinilai perlu memodernisasi sistem pertahanan berbasis teknologi, memperkuat keamanan siber, serta menyusun kebijakan pertahanan jangka panjang yang berbasis riset ilmiah sehingga mampu menghadapi perubahan geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi global secara lebih terukur.

Akselerasi Transformasi Strategis Sistem Pertahanan

Guru Besar Fakultas Filsafat sekaligus Ketua Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., menegaskan Indonesia perlu segera melakukan transformasi strategis sistem pertahanan dengan mengadopsi paradigma air and space defense. Menurutnya, perkembangan geopolitik global, termasuk konflik Iran dan meningkatnya rivalitas negara-negara besar, menunjukkan bahwa pertahanan modern tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan darat, laut, dan udara, tetapi juga harus mampu menguasai ruang siber dan antariksa.

Armaidy menjelaskan ancaman terhadap Indonesia telah berkembang menjadi tiga kluster utama, yakni ancaman fisik dan kinetik, ancaman digital serta elektromagnetik, serta ancaman astropolitik dan informasi. Serangan siber, penggunaan drone, celah sistem radar, hingga ketergantungan terhadap satelit asing dinilai menjadi tantangan serius yang dapat mengganggu sistem komunikasi, navigasi, dan pertahanan nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Armaidy mendorong transformasi administrasi dan logistik pertahanan secara terintegrasi dengan menghilangkan ego sektoral antarmatra. Ia juga menekankan pentingnya penguatan keamanan siber, modernisasi logistik, pengembangan industri pertahanan dalam negeri, serta pembangunan infrastruktur satelit nasional agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain dalam mendukung operasi pertahanan dan intelijen.

Menurutnya, penguatan pertahanan masa depan harus didukung kolaborasi lintas lembaga, termasuk TNI, Kementerian Pertahanan, dan BRIN, melalui pembangunan sumber daya manusia multidomain serta pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan dan big data. “Kedaulatan ruang udara merupakan masa depan ketahanan nasional,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa transformasi administrasi, logistik, dan teknologi menjadi fondasi utama dalam menghadapi ancaman di era konflik digital.

Sistem Pertahanan Negara Harus Menyesuaikan Diri Terhadap Ancaman Global

Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Dr. Muhammad Najib Azca, M.A., Ph.D., menilai sistem pertahanan dan keamanan negara perlu menyesuaikan diri dengan perubahan karakter ancaman global yang kini semakin didominasi ancaman siber, hibrida, dan lintas negara. Menurutnya, Pasal 30 UUD NRI Tahun 1945 lahir dari pengalaman perang kemerdekaan sehingga secara sosiologis masih berorientasi pada ancaman fisik dan teritorial, sementara tantangan keamanan saat ini telah berkembang jauh lebih kompleks.

Dalam paparannya, Najib menegaskan bahwa penguatan pertahanan siber sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui penguatan kelembagaan yang telah ada, khususnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebelum membentuk matra siber baru. Ia mengingatkan agar perluasan kewenangan lembaga pertahanan tetap berada dalam koridor supremasi sipil dan tidak membuka ruang bagi kembalinya praktik perluasan peran militer di ranah sipil yang berpotensi mengganggu konsolidasi demokrasi.

Ia juga menilai ancaman nontradisional seperti kemiskinan, radikalisme, disinformasi, hingga disintegrasi sosial tidak dapat diatasi hanya dengan pendekatan keamanan. Persoalan tersebut membutuhkan strategi berbasis pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat (human security), sehingga kebijakan pertahanan harus melibatkan berbagai sektor di luar militer.

Selain itu, Najib menekankan pentingnya memperkuat kerja sama pertahanan regional melalui ASEAN dalam menghadapi ancaman siber, keamanan maritim, terorisme, dan kejahatan lintas negara. Menurutnya, kerangka pertahanan nasional perlu mengakomodasi dimensi kerja sama multilateral tanpa mengurangi kemandirian pertahanan Indonesia, sekaligus mempertimbangkan pengaturan ancaman siber dan antariksa melalui undang-undang yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di sesi akhir jalannya Focus Group Discussion (FGD), Benny K. Harman menegaskan bahwa forum tersebut menghasilkan banyak masukan yang bernilai dan perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih mendalam.

Diutarakan Benny, sebagaimana disampaikan Dr. Najib, FGD ini memang diselenggarakan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pasal 30 UUD NRI Tahun 1945. Evaluasi terhadap implementasi ketentuan tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi di tingkat konstitusi sebagai hukum tertinggi yang menjadi pedoman penyelenggaraan negara.

“Masukan-masukan yang disampaikan para narasumber sangat bermakna dan konstruktif. Seluruh pandangan tersebut kami rekam dan akan dimasukkan ke dalam dokumen resmi MPR RI. Adapun formulasi akhirnya tentu akan menjadi bagian dari proses politik dan pembahasan di lingkungan MPR,” ujar Benny.

Ia menambahkan, berbagai pandangan yang mengemuka dalam FGD menjadi referensi yang sangat produktif untuk memperkaya pembahasan di Badan Pengkajian MPR RI, khususnya Kelompok V. Seluruh hasil diskusi akan dipresentasikan dalam rapat pleno Badan Pengkajian dan dilaporkan secara utuh sebagai bahan penyusunan rekomendasi.

Sebagai penutup, Benny menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber atas kontribusi pemikiran yang telah diberikan. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pemikiran yang sangat berharga dari para narasumber. Mudah-mudahan ini bukan menjadi pertemuan yang terakhir. Ke depan kami masih sangat membutuhkan pendampingan dan masukan dari para narasumber, terutama dalam berbagai isu yang berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan konstitusi kita,” pungkasnya.

Tags: Badan Pengkajian MPR RIFGDPakar UGMPertahanan dan Keamanan
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Lestari Moerdijat ajak anak muda untuk tingkatkan literasi
Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Gerak Bersama Wujudkan Penguatan Sistem Perlindungan Anak sejak Dini

by snc4
8 July 2026

Suaranusantara.com- Dorong penguatan sistem perlindungan anak sejak dini melalui...

Said Iqbal dan Purbaya akhirnya bertemu hari ini Rabu 8 Juli 2026 (Instagram @nowdots)
Nasional

Akhirnya Said Iqbal dan Purbaya Bertemu Bahas Soal Pajak 0 Persen JHT, Gimana Hasilnya?

by Feri Spt
8 July 2026

Suaranusantara.com- Rabu 8 Juli 2026 akhirnya Penasihat Khusus Presiden...

Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terbitkan surat (dok DPD PDIP Jatim)

Bukan Oposisi! Megawati Soekarnoputri Resmi Nyatakan Posisi Politik PDI Perjuangan

8 July 2026
Hardiyanto Kenneth Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan diduga terobos jalur busway (Instagram @faktapersidoofficial)

Dugaan Arogansi Hardiyanto Kenneth Terobos Jalur Busway dan Maki-maki Polisi, BK DPRD DKI Jakarta Investigasi

8 July 2026
Foto Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tebar 10 ribu bibit ikan saat ultah ke 56 (Instagram @bungkusuma2)

Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Momen Ultah ke 60, Hasto Kristiyanto: Tradisi yang Diajarkan Megawati Soekarnoputri

8 July 2026
PM India Narendra Modi saat mencoba bermain angklung cendera mata dari Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)

Momen PM India Mainkan Angklung Cendera Mata dari Prabowo

8 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

4 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

PM India Narendra Modi dan Presiden RI Prabowo Subianto saling berpelukan erat (Instagram @sekretariat.kabinet)
Nasional

PM India Sebut Persahabatan dengan Prabowo Menembus Batas Hak Cipta: Saling Cinta dan Menghormati

by Feri Spt
8 July 2026

Suaranusantara.com- Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi mengatakan dirinya memiliki hubungan persahabatan erat dengan Presiden RI Prabowo...

Momen Presiden RI Prabowo Subianto mendampingi PM India Narendra Modi saat berkunjung ke Gedung DPR RI (Instagram @sekretariat.kabinet)

Di Hadapan Narendra Modi, Prabowo: Kita Punya Visi Masa Depan yang Sama

8 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal kekagumannya terhadap PM India Narendra Modi (Instagram @prabowo)

Meski Kagumi Narendra Modi, Prabowo Tegaskan Tak Akan Campuri Urusan Politik Dalam Negeri India

8 July 2026
Momen hangat pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi saat tiba di Istana (Instagram @prabowo)

Prabowo di Hadapan Komunitas India Terang-terangan Ungkap Kagumi Narendra Modi: Banyak Kebijakan India Jadi Inspirasi

8 July 2026
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Said Iqbal (Instagram @karawang.terkinii)

Buruh Akan Gelar Aksi Demo di Kantor Kemenkeu, Said Iqbal Ngemis-ngemis Minta Bertemu Purbaya: Saya Mengetuk Hati Menkeu agar Bersedia Dialog

8 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com