Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Gerak Bersama Wujudkan Penguatan Sistem Perlindungan Anak sejak Dini

snc4 by snc4
8 July 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Lestari Moerdijat ajak anak muda untuk tingkatkan literasi

Lestari Moerdijat ajak anak muda untuk tingkatkan literasi

2
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Dorong penguatan sistem perlindungan anak sejak dini melalui gerak bersama seluruh elemen bangsa sebagai bagian upaya memutus rantai kekerasan terhadap anak.

“Penanganan kasus kekerasan terhadap anak, setiap tahunnya, mustahil diselesaikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sendirian tanpa adanya keterlibatan aktif dalam ekosistem multipihak,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada sambutannya saat membuka diskusi daring bertema Memutus Rantai Kekerasan terhadap Anak: Penguatan Sistem Perlindungan, Pengasuhan, dan Layanan Psikososial yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (8/7)

Diskusi yang dimoderatori Abdul Kohar (Direktur Pemberitaan Media Indoensia), menghadirkan AKBP Ema Rahmawati, S.I.K. (Kepala Subbagian Pembinaan Operasional Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang/Kasubbagbinopsnal Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri), Dr. Jasra Putra, S.Fil.I, M.Pd. (Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia /KPAI), dan Reza Indragiri Amriel (Psikologi forensik, Konsultan Yayasan Lentera Anak).

BACAJUGA

Lestari Moerdijat: Wujudkan Kolaborasi Semua Pihak untuk Perbaiki Mutu Pendidikan Nasional

Kawal Progam BPBL, Ibas Ingin Tak Ada Lagi Rumah Gelap: “Indonesia Harus Terang, Rakyat Mesti Sejahtera”

Selain itu hadir pula Shinta Sari Shaleh (Psikolog & Konsultan Kesehatan Holistik) sebagai penanggap.

Menurut Lestari, kolaborasi menjadi kunci utama untuk membangun sistem perlindungan yang holistik, aman, dan berkelanjutan bagi masa depan generasi muda.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa akar kekerasan terhadap anak sering kali bersumber dari dalam rumah, akibat akumulasi stres ekonomi orang tua dan pewarisan pola asuh represif dari generasi sebelumnya yang tidak pernah diputus.

Apalagi, ujar Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, penyelesaian kasus kekerasan anak selama ini masih sering mengabaikan pemulihan mental korban akibat ketimpangan akses dan kualitas layanan rehabilitasi psikososial yang berpusat di kota-kota besar.

Padahal, ujar Rerie, perlindungan anak di Indonesia secara tegas diatur oleh konstitusi UUD 1945 melalui dua pilar utama, yaitu Pasal 28B Ayat (2) yang menjamin hak setiap anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

Selain itu, Pasal 34 Ayat (1) memandatkan negara untuk memelihara anak-anak terlantar.

Namun, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, data SIMFONI PPA menunjukkan lonjakan kasus dari 11.952 kasus pada 2021 menjadi 19.628 kasus pada 2024. Hal itu mencerminkan situasi darurat yang menuntut langkah nyata untuk mengatasinya.

Peningkatan angka kasus tersebut, ujar Rerie, menunjukkan perlunya pemetaan wilayah eskalasi yang akurat untuk memastikan intervensi hukum dan upaya preventif dapat berjalan beriringan guna mengurai fenomena gunung es yang selama ini luput dari hukum.

Kasubbagbinopsnal Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri AKBP Ema Rahmawati mengungkap bahwa anak merupakan kelompok rentan yang wajib mendapat perlindungan khusus dari negara.

Menurut Ema, pihak kepolisian, selain memproses kasus-kasus kekerasan terhadap anak, juga memberi perlindungan terhadap korban.

Kasus kekerasan terhadap anak, menurut Ema, memerlukan pendekatan dan penanganan khusus untuk mendapatkan bukti-bukti yang cukup.

Karena, ujar dia, seringkali pelaku kekerasan anak adalah orang terdekat dan ada relasi kuasa terhadap korban.

Ancaman kekerasan terhadap anak, menurut Ema, saat ini juga semakin besar dengan adanya ancaman kekerasan melalui akses digital.

Ema menegaskan, Kepolisian berkomitmen untuk terus berupaya profesional dalam penanganan kasus kekerasan anak dengan mengedepankan penanganan berprespektif korban.

“Kompleksitas pembuktian dan pemahaman antaraparat penegak hukum dalam penanganan perkara masih menjadi kendala dalam pembuktian kasus-kasus kekerasan terhadap anak,” pungkas Ema.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra berpendapat bahwa Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang harus dipahami bahwa anak adalah amanah dari Tuhan dan generasi penerus bangsa.

Sehingga, ujar Jasra, upaya membangun sistem perlindungan anak yang menyeluruh harus dimulai sejak saat ini. “Jangan menunggu besok, apalagi menunggu 2045,” ujar Jasra.

Pekerjaan rumah Indonesia dalam mewujudkan perlindungan anak yang menyeluruh, menurut Jasra, adalah implementasi semua regulasi perlindungan anak yang ada saat ini dengan melibatkan semua pihak terkait.

Menurut Jasra, saat ini, jumlah anak adalah sepertiga dari populasi penduduk Indonesia. Karena itu, pemenuhan kebutuhan sistem perlindungan anak harus diwujudkan sejak dini.

Konsultan Yayasan Lentera Anak Reza Indragiri Amriel berpendapat bahwa kekerasan terhadap anak sering kali berawal dari segitiga maut, yaitu perceraian, perebutan kuasa asuh, dan terjadi penutupan akses orang tua terhadap anak.

Ketiga peristiwa itu, ujar Reza, memicu terjadinya kekerasan terhadap anak.

Belum lagi, tambah Reza, proses perceraian dan dampaknya ditangani oleh penegak hukum yang tidak memahami aspek yang diperlukan dalam perlindungan anak.

Sejumlah hal tersebut, menurut Reza, harus menjadi perhatian dalam upaya mewujudkan sistem perlindungan yang menyeluruh bagi anak.

Psikolog & Konsultan Kesehatan Holistik Shinta Sari Shaleh berpendapat bahwa luka terbesar anak korban kekerasan seringkali bukan pada tubuhnya, tetapi dari korban memandang dirinya.

Anak korban kekerasan, tambah Shinta, seringkali terlambat melapor karena ada trauma, mengingat pelakunya orang terdekat dan memiliki relasi kuasa.

Shinta berpendapat bahwa upaya memulihkan kesehatan mental anak korban kekerasan harus tuntas dan menyeluruh, dengan melibatkan orang tua dan keluarga.

Wartawan senior Usman Kansong mengungkapkan bahwa data menunjukkan pelaku kekerasan pernah menjadi korban kekerasan sebelumya.

Begitu seterusnya, tambah Usman, sehingga terbentuk rantai kekerasan.

Dengan kondisi itu, tegas dia, yang harus dilakukan adalah memberi perhatian serius kepada anak korban kekerasan, memberi konseling, dan pemulihan agar korban tidak melakukan kekerasan di masa depan.

Selain itu, ujar Usman, kekerasan tidak semata berbentuk kekerasan fisik, verbal, dan kekerasan psikologis.

Tetapi, jelas dia, ada juga yang disebut kekerasan struktural, yaitu kekerasan yang disebabkan oleh sistem yang tidak memberikan hak anak sebagaimana mestinya.

Sebagai contoh, sistem menghalangi anak mendapat hak pendidikan, hak bermain, dan hak-hak anak lainnya.

“Kita seharusnya juga memperhatikan kekerasan struktural ini, disamping kekerasan fisik, mau pun kekerasan verbal,” pungkas Usman.

Tags: Lestari MoerdijatPerlindungan AnakWakil Ketua MPR RI
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Badan Pengkajian MPR RI gelar FGD di Makassar
Nasional

Badan Pengkajian MPR RI dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak melalui FGD di Makassar

by snc4
8 July 2026

Suaranusantara.com- Kelompok III Badan Pengkajian MPR RI menggelar Focus Group...

Said Iqbal dan Purbaya akhirnya bertemu hari ini Rabu 8 Juli 2026 (Instagram @nowdots)
Nasional

Akhirnya Said Iqbal dan Purbaya Bertemu Bahas Soal Pajak 0 Persen JHT, Gimana Hasilnya?

by Feri Spt
8 July 2026

Suaranusantara.com- Rabu 8 Juli 2026 akhirnya Penasihat Khusus Presiden...

Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terbitkan surat (dok DPD PDIP Jatim)

Bukan Oposisi! Megawati Soekarnoputri Resmi Nyatakan Posisi Politik PDI Perjuangan

8 July 2026
Hardiyanto Kenneth Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan diduga terobos jalur busway (Instagram @faktapersidoofficial)

Dugaan Arogansi Hardiyanto Kenneth Terobos Jalur Busway dan Maki-maki Polisi, BK DPRD DKI Jakarta Investigasi

8 July 2026
Foto Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tebar 10 ribu bibit ikan saat ultah ke 56 (Instagram @bungkusuma2)

Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Momen Ultah ke 60, Hasto Kristiyanto: Tradisi yang Diajarkan Megawati Soekarnoputri

8 July 2026
PM India Narendra Modi saat mencoba bermain angklung cendera mata dari Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram @sekretariat.kabinet)

Momen PM India Mainkan Angklung Cendera Mata dari Prabowo

8 July 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

4 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Lestari Moerdijat ajak anak muda untuk tingkatkan literasi
Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Gerak Bersama Wujudkan Penguatan Sistem Perlindungan Anak sejak Dini

by snc4
8 July 2026

Suaranusantara.com- Dorong penguatan sistem perlindungan anak sejak dini melalui gerak bersama seluruh elemen bangsa sebagai bagian upaya...

PM India Narendra Modi dan Presiden RI Prabowo Subianto saling berpelukan erat (Instagram @sekretariat.kabinet)

PM India Sebut Persahabatan dengan Prabowo Menembus Batas Hak Cipta: Saling Cinta dan Menghormati

8 July 2026
Momen Presiden RI Prabowo Subianto mendampingi PM India Narendra Modi saat berkunjung ke Gedung DPR RI (Instagram @sekretariat.kabinet)

Di Hadapan Narendra Modi, Prabowo: Kita Punya Visi Masa Depan yang Sama

8 July 2026
Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal kekagumannya terhadap PM India Narendra Modi (Instagram @prabowo)

Meski Kagumi Narendra Modi, Prabowo Tegaskan Tak Akan Campuri Urusan Politik Dalam Negeri India

8 July 2026
Momen hangat pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi saat tiba di Istana (Instagram @prabowo)

Prabowo di Hadapan Komunitas India Terang-terangan Ungkap Kagumi Narendra Modi: Banyak Kebijakan India Jadi Inspirasi

8 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com