Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

MPR Kaji Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila

Drt by Drt
20 June 2026
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
Badan Pengkajian MPR RI

Badan Pengkajian MPR RI

3
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com – Badan Pengkajian (BP) MPR RI Kelompok I menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema  “Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila” di Denpasar, Bali, Jumat (19/6/2026).

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya MPR RI menghimpun pandangan akademisi dan pakar guna merumuskan rekomendasi terkait penguatan pelaksanaan kedaulatan rakyat dan kualitas demokrasi Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

FGD dipimpin Ketua Badan Pengkajian MPR RI Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. dan dihadiri anggota Badan Pengkajian MPR RI, antara lain I.G.N. Kesuma Kelakan, S.T., M.Si., Drs. H. Guntur Sasono, M.Si., Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc., Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., M.E.I., Saadiah Uluputty, S.T., dan Denty Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H.

BACAJUGA

Kelompok III Badan Pengkajian MPR RI Bahas Ketidaksesuaian Pelaksanaan Desentralisasi, Otonomi Daerah, Pemerintahan Daerah, dan Desa

FGD Badan Pengkajian MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Hadir sebagai narasumber Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum., Pakar Ilmu Politik Universitas Udayana Dr. Kadek Dwita Apriani, S.Sos., M.I.P., serta Pakar Ilmu Politik Universitas Udayana Drs. I Ketut Putra Erawan, M.A., Ph.D.

Dalam pengantarnya, Yasonna menjelaskan bahwa Badan Pengkajian MPR RI memiliki lima kelompok kajian yang membahas berbagai isu strategis ketatanegaraan. Kelompok I secara khusus mengkaji tema kedaulatan rakyat dalam perspektif Demokrasi Pancasila.

Menurutnya, Badan Pengkajian sebagai alat kelengkapan MPR memiliki tugas melakukan pengkajian terhadap pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ketetapan MPR, sekaligus menghimpun berbagai pandangan masyarakat dan kalangan akademisi sebagai bahan rekomendasi kelembagaan.

“Melalui forum ini kami ingin mendapatkan pandangan yang jujur dan kritis dari para akademisi mengenai pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi Indonesia saat ini,” ujar Yasonna.

Ia menilai bahwa setelah lebih dari dua dekade reformasi dan lima kali pelaksanaan pemilu nasional, Indonesia perlu terus melakukan refleksi terhadap kualitas demokrasi yang berkembang. Demokrasi, menurutnya, tidak cukup diukur dari terselenggaranya pemilu secara berkala, tetapi juga dari sejauh mana proses politik mampu menghadirkan representasi rakyat yang berkualitas dan mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

“Kita perlu mengevaluasi apakah proses rekrutmen elite politik melalui pemilu benar-benar telah mencerminkan kedaulatan rakyat. Kritik publik terhadap lembaga-lembaga demokrasi harus menjadi bahan refleksi bersama,” katanya.

Demokrasi Substantif Masih Menghadapi Tantangan

Salah satu temuan yang mengemuka dalam FGD berasal dari penelitian evaluasi Pilkada Bali 2024 yang dilakukan Universitas Udayana bersama KPU Provinsi Bali.

Dr. Kadek Dwita Apriani menjelaskan bahwa secara prosedural demokrasi Indonesia berjalan cukup baik. Tingkat partisipasi pemilih relatif tinggi dan penyelenggaraan pemilu berlangsung secara reguler. Namun, dari sisi substansi demokrasi masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sekitar 58 persen responden menganggap praktik penerimaan uang dalam pemilu sebagai sesuatu yang wajar. Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan demokrasi tidak hanya terletak pada penyelenggaraan pemilu yang baik, tetapi juga pada penguatan budaya politik dan kesadaran demokrasi masyarakat.

“Secara prosedural demokrasi kita berjalan baik, tetapi secara substantif masih menghadapi tantangan serius. Politik uang masih menjadi salah satu faktor yang mengganggu pelaksanaan kedaulatan rakyat,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan serta peningkatan literasi demokrasi sejak usia sekolah agar masyarakat mampu mengambil keputusan politik secara rasional dan bertanggung jawab.

Kadek Dwita juga menyoroti perkembangan media sosial dan ruang digital yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi demokrasi. Menurutnya, ruang digital telah membuka partisipasi publik yang semakin luas, namun juga menghadirkan risiko berupa polarisasi, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta terbentuknya ruang gema (echo chamber) yang dapat memengaruhi kualitas diskursus publik.

Meritokrasi Partai Politik Menjadi Kunci

Sementara itu, Prof. I Dewa Gede Palguna menegaskan bahwa perubahan UUD NRI Tahun 1945 pada era reformasi pada dasarnya bertujuan memperkuat negara hukum, demokrasi konstitusional, dan pelaksanaan kedaulatan rakyat.

Menurutnya, Indonesia telah memiliki fondasi konstitusional yang cukup memadai. Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan berbagai amanat konstitusi dapat diwujudkan secara konsisten dalam praktik penyelenggaraan negara.

“Kita sudah membangun norma dan kelembagaan yang relatif lengkap. Persoalannya adalah bagaimana norma-norma itu dijalankan secara konsisten dalam praktik penyelenggaraan negara,” ujarnya.

Palguna menilai salah satu persoalan mendasar terletak pada belum optimalnya demokratisasi internal partai politik. Padahal, partai politik merupakan pintu utama rekrutmen kepemimpinan nasional dan jabatan-jabatan publik dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penerapan prinsip meritokrasi dalam proses kaderisasi dan rekrutmen politik.

“Kalau prinsip meritokrasi dapat dijalankan dengan baik dan partai politik mampu menjalankan fungsi pendidikan politik, kaderisasi, agregasi kepentingan masyarakat, serta rekrutmen politik secara sehat, maka kualitas demokrasi akan semakin kuat,” kata Palguna.

Kedaulatan Rakyat Tidak Boleh Berhenti Saat Pemilu

Pakar Ilmu Politik Universitas Udayana, I Ketut Putra Erawan, menyoroti pentingnya memaknai kembali konsep kedaulatan rakyat dalam konteks demokrasi kontemporer. Dalam hal ini, reformasi telah menghasilkan berbagai kemajuan kelembagaan, namun juga menghadirkan tantangan baru berupa semakin kompleksnya hubungan antara institusi politik dan masyarakat.

“Pertanyaannya bukan hanya bagaimana rakyat memilih, tetapi bagaimana rakyat tetap hadir dan didengar setelah pemilu selesai,” ujarnya.

Erawan menilai demokrasi yang sehat harus mampu menjaga keseimbangan antara mekanisme representasi politik dan partisipasi publik yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pendidikan kewargaan, ruang publik yang sehat, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Ia juga memandang bahwa MPR dapat memainkan peran strategis sebagai ruang refleksi kebangsaan yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan arah pembangunan negara.

Menjadi Bahan Rekomendasi Badan Pengkajian MPR RI

Berbagai pandangan yang berkembang dalam FGD juga menyoroti isu-isu lain seperti penguatan fungsi pengawasan parlemen, demokratisasi partai politik, efektivitas mekanisme _checks and balances_ , pendidikan politik masyarakat, serta tantangan demokrasi di era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Masukan para narasumber dan peserta FGD akan menjadi bahan kajian Badan Pengkajian MPR RI dalam merumuskan rekomendasi strategis terkait penguatan kedaulatan rakyat dan implementasi Demokrasi Pancasila.

Yasonna menegaskan bahwa seluruh pandangan yang berkembang dalam forum akan dirangkum dan disampaikan kepada pimpinan MPR RI sebagai bagian dari kontribusi akademik dan kelembagaan dalam memperkuat kehidupan demokrasi Indonesia.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan demokrasi Indonesia tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga mampu menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kedaulatan rakyat sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa,” pungkasnya.

Tags: Badan Penganggaran MPR RIFGDPenguatan Kedaulatan Rakyat
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Begini Respon Purbaya Usai Destry Damayanti Resmi Diajukan Jadi Calon Tunggal Gubernur BI oleh Prabowo
Nasional

Begini Respon Purbaya Usai Destry Damayanti Resmi Diajukan Jadi Calon Tunggal Gubernur BI oleh Prabowo

by Feri Spt
12 August 2026

Suaranusantara.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespon terkait...

Destry Damayanti calon tunggal Gubernur BI pilihan Presiden Prabowo Subianto (Instagram @cryptowaveid)
Nasional

Profil Destry Damayanti, Namanya Jadi Calon Tungg Gubernur BI yang Diajukan Prabowo

by Feri Spt
12 August 2026

Suaranusantara.com- Destry Damayanti, pada Senin 10 Agustus 2026 resmi...

Destry Damayanti resmi jadi calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto (Instagram @kuliahsaham)

Destry Damayanti Akan Segera Jalani Fit and Proper Test, DPR Jadwalkan

12 August 2026
Kepalas LPS Anggito Abimanyu

Kepala LPS Anggito Abimanyu Sebut Destry Damayanti Punya Pengalaman Lengkap untuk Pimpin BI

12 August 2026
Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Tunjukkan Tren Positif

Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Tunjukkan Tren Positif

12 August 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Atasi Kesenjangan Sosial, Lestari Moerdijat Minta Sistem Pendidikan Ditata Ulang

11 August 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

5 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

5 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

5 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

5 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

5 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Lestari Moerdijat dorong bahasa Inggris mapel wajib sejak SD
Nasional

Lestari Moerdijat: Reformasi Budaya Sekolah Harusi Diikuti Perbaikan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

by snc4
11 August 2026

Suaranusantara.com- Percepatan peningkatan kualitas pengajaran yang baik, aman, dan nyaman di tanah air harus diikuti dengan langkah...

Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka (Instagram @wantimpres.ri)

Yeay! Pemerintah Buka Lagi Pendaftaran Peserta Upacara 17 Agustus di Istana, Ini Link dan Cara Daftarnya

11 August 2026
Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) absen dua agenda kenegaraan (Instagram @merindink)

SBY Dipastikan Tak Hadiri 2 Agenda Kenegaraan, Demokrat Jawab Begini

11 August 2026
Ilustrasi makan dan minuman promo kemerdekaan sambut 17 Agustus HUT ke 81 RI (Instagram @promohunterpwt)

Sambut 17 Agustus! Merdeka Makan Minum Sepuasnya Tanpa Kuras Isi Dompet, Ini Daftarnya Cek Syarat dan Ketentuannya di Sini

11 August 2026
Bantargebang hanya menerima residu saja dari Ibu Kota Jakarta (Instagram @pramonoanungw)

Bantargebang Mulai 1 Agustus Cuma Nerima Residu Jakarta, Pramono Anung: Gerakan Pilah Sampah Sudah 23,14 Persen

11 August 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com