Suaranusantara.com- Komika Panji Pragiwaksono dalam sebuah acara Mens Rea yang tayang di Netflix menyinggung soal kondisi mata dari Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka yang dinilai ngantukan.
Joke Panji yang menyinggung mata Gibran itu mendapat kritikan keras dari penyanyi sekaligus dokter ahli bedah plastik, Tompi.
Menurut Tompi, kondisi mata Gibran yang disebut Panji ngantukan atau mengantuk itu secara medis disebut ptosis.
Tompi melayangkan kritik tersebut melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya @dr_tompi.
Menurut Tompi, kondisi yang dialami Gibran bersifat bawaan dan sepatutnya tidak dijadikan bahan lelucon.
“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon,” tulis Tompi, seperti dikutip Selasa 6 Januari 2026.
Kata Tompi lagi, sah-sah saja memberikan kritikan terlebih di negara demokrasi. Namun, kritikan jangan sampai menyerang fisik seseorang.
Sebab, dengan menyerang kondisi fisik seseorang bukanlah menunjukan kecerdasan melainkan kemalasan berpikir.
“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjut Tompi.
Menurut Tompi, menertawakan fisik seseorang bukanlah bentuk kritik cerdas.
“Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas,” tulis dr. Tompi melalui unggahannya.
Sebelumnya, Panji meroasting Wapres Gibran dalam acara Standy Up Comedy ‘Mens Rea’ beberapa waktu lalu.
Mulanya, Panji meroasting nama-nama para calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 lalu seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
“Ada yang memilih pemimpin berdasarkan tampang? Banyak. Ganjar ganteng ya, Anies manis ya, Prabowo gemoy ya,” kata Pandji dalam shownya yang ditayangkan Netflix pada 27 Desember 2025.
Lalu, Panji beralih meroasting Gibran dengan menyebut ngantukan.
“Atau wakil presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada, maaf. Gibran, ngantuk ya?” kata Pandji yang diiringi riuh tawa dari penonton.
