Tragedi Jatuhnya Pesawat ATR 42 500 Mulai Temui Titik Terang, Black Box Berhasil Ditemukan di Kedalaman 131 Meter

Black box pesawat ATR 42 500 ditemukan di kedalaman 131 meter dari puncak Gunung Bulusaraung (Instagram @makassar_info)

Black box pesawat ATR 42 500 ditemukan di kedalaman 131 meter dari puncak Gunung Bulusaraung (Instagram @makassar_info)

Suaranusantara.com- Penyebab kecelakaan pesawat ATR 42 500 mulai menemui titik terang. Sebab, pada Rabu 21 Januari 2026, Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan black box atau kotak hitam pesawat di kedalaman 131 meter dari puncak gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kotak hitam ini menjadi salah satu yang krusial guna menelusuri penyebab kecelakaan pesawat ATR 42 500 dengan rute penerbangan Yogyakarta-Makassar.

Black Box ditemukan masih menempel di ekor pesawat ATR 42 500. Sebelumnya, tim khusus dikerahkan guna mencari black box.

Lalu akhirnya pada Rabu siang pukul 11.00 WITA, black box pesawat ATR 42 500 itu berhasil ditemukan.

“Kita berhasil menemukan black box,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu 21 Januari 2026.

Dody mengungkapkan black box atau kotak hitam tersebut sudah dilepas dari ekor pesawat.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa kita lepas dari dudukannya, dan proses turun menuju posko kita di Desa Tompobulu ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan guna mencari black box itu tim SAR gabungan harus menempuh waktu kurang lebih empat jam dari posko.

Dia memastikan lokasi ekor pesawat akan jadi fokus sembari melanjutkan pencarian korban.

“(Waktu perjalanan ke titik lokasi) 4 jam lah paling lama,” imbuh Andi Sultan.

Selanjutnya black box akan diserahkan ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna menelusuri penyebab terjadinya kecelakaan pesawat ATR 42 500 yang jatuh pada Sabtu 17 Januari 2026 di Gunung Bulusaraung itu.

Exit mobile version