Seluruh Korban Pesawat ATR 42 500 Berhasil Ditemukan, Tim SAR Menangis Haru: Ewako!

Tangis haru Tim SAR gabungan umumkan keberhasilan penemuan sepuluh jenazah korban pesawat ATR 42 500 (Instagram @lutim_update)

Tangis haru Tim SAR gabungan umumkan keberhasilan penemuan sepuluh jenazah korban pesawat ATR 42 500 (Instagram @lutim_update)

Suaranusantara.com- Memasuki hari ketujuh pencarian korban pesawat ATR 42 500, tim SAR gabungan kembali buahkan hasil. Sebab, pada hari ini Jumat 23 Januari 2026 tim SAR berhasil temukan dua jasad di kawasan Gunung Bulusaraung.

Itu artinya dengan ditemukan dua jasad terakhir, maka lengkap sudah sepuluh korban pesawat ATR 42 500 ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dari sepuluh jenazah korban pesawat ATR 42 500 yang hilang kontak pada Sabtu 17 Januari 2026 di Gunung Bulusaraung, dua jasad telah berhasil diidentifikasi dan sudah diserahkan ke pihak keluarga.

Jenazah pertama berhasil diidentifikasi bernama perempuan bernama Florencia Lolita Wibisono.

Dia merupakan pramugari dalam pesawat tersebut. Perempuan berusia 33 tahun itu beralamat di Apartemen Howard Tower, Pulau Gadung, Jakarta Timur.

Jenazah Florencia Lolita Wibisono ditemukan oleh tim SAR pada hari Senin, 19 Januari 2026 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan.

Jenazah kedua adalah pria. Dia diketahui pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana.

Jenazah Deden ditemukan pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 14.20 WITA oleh tim SAR gabungan di lereng gunung tersebut, sehari setelah pesawat jatuh pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kedua jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga.

Keberhasilan penemuan seluruh korban pesawat ATR 42 500 diumumkan di Posko Operasi SAR, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Jumat.

Pengumuman penemuan seluruh korban disampaikan unsur TNI bersama Basarnas yang diwarnai dengan tangis haru.

“Alhamdulillah paket 9 pukul 08.55 Wita ditemukan dan tetap dilakukan sesuai rencana operasi tadi malam. Sembari kita mengupayakan untuk evakuasi, kami juga tetap melaksanakan yang utama dalam operasi yaitu mencari (korban),” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan kepada wartawan, Jumat.

Andi Sultan lantas terdengar terbata-bata saat menyampaikan penemuan paket kantong jenazah ke-10. Dia sempat berhenti berbicara menahan haru sembari mengusap air matanya.

“Pada pukul 09.16 Wita, alhamdulillah korban ditemukan, paket 10 sudah ditemukan dan saat ini sementara proses evakuasi,” tutur Andi Sultan didampingi sejumlah perwira TNI.

Mata Andi Sultan masih tampak basah saat melanjutkan omongannya. Dia menegaskan keberhasilan operasi SAR pesawat ATR 42-500 ini berkat kerja sama seluruh pihak.

“TNI Polri dan Basarnas dan semua unsur pemerintah desa dan semuanya bekerja sama Damkar, Tonasa, Vale dan semuanya dan teman vertikal cukup banyak. Tapi kita selalu mengatakan tim SAR gabungan,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi bersyukur seluruh korban bisa ditemukan di hari terakhir operasi SAR. Operasi SAR terakhir tersebut digunakan

“Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban, dan tepat dengan sandi hari ini kita gunakan ‘sapu bersih’, Allah meridhai sandi tersebut,” kata Dody.

Tim SAR turut mengapresiasi bantuan masyarakat yang terlibat dalam operasi SAR. Warga juga membantu menyiapkan logistik dan makanan untuk personel SAR yang bekerja selama 7 hari terakhir.

“Semoga kolaborasi ini kerja sama ini kebersamaan ini kekompakan ini menunjukkan bahwa dalam mengatasi suatu kesulitan atau tantangan agar cepat diselesaikan dengan kebersamaan semua,” jelasnya.

Dody mengatakan, evakuasi jenazah masih sementara berlangsung. Dia mengaku masih ada 5 paket kantong jenazah yang diupayakan dievakuasi dari atas gunung melalui jalur udara jika cuaca masih kondisi.

“Kita tunggu 3 yang belum kemarin dan 2 paket masih proses untuk didekatkan titik penjemputan heli. Kita berdoa bersama saat ini masih terang, mudah-mudahan angin juga tidak kencang,” papar Dody.

“Sekali lagi terima kasih seluruh warga Indonesia, sama-sama kita semua, kami bangga, kami setia, kami hormat. Ewako!” tegas Dody dengan nada teriakan semangat dan diikuti personel SAR lainnya yang mengepalkan tangan ke depan.

Exit mobile version