Suaranusantara.com– Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi NasDem, Syarif Fasha, memberikan peringatan keras kepada pemerintah untuk memperketat pengawasan di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan.
Langkah tegas ini dinilai mendesak guna mencegah terulangnya bencana lingkungan hebat seperti yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Desakan tersebut disampaikan Fasha dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Fasha mengkritik kinerja Deputi Bidang Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Menurut pengamatannya, fokus penegakan hukum saat ini masih terlalu berpusat pada sektor industri di wilayah perkotaan, sementara area hulu yang rawan kerusakan justru minim pengawasan.
“Jangan sampai nanti karena keterlambatan penegakan hukum di bidang kehutanan, perkebunan, kemudian pertambangan, terjadilah efek dari itu adalah bencana-bencana yang seperti kita alami seperti di Aceh, Sumbar maupun Sumut,” kata Fasha.
“Penegakan hukum kita belum menyentuh terkait dengan wilayah kehutanan, perkebunan maupun wilayah-wilayah penambangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fasha menjelaskan, hasil kunjungan kerjanya di Jambi dan daerah pertambangan lain menunjukkan banyak kerusakan lingkungan, baik yang sudah terjadi maupun yang masih berlangsung.
“Kerusakan-kerusakan yang tadinya kewenangan penegakan hukum ini berjalan ini sepertinya banyak, mungkin belum masuk ke lokasi-lokasi sana,” ujarnya.
Dia berharap, kedepannya Kementerian LH mempunyai langkah-langkah konkret dalam memperkuat pengawasan dan penegakan hukum lingkungan di seluruh wilayah Tanah Air.
