Suaranusantara.com- Penunjukan asisten artis ternama Tanah Air, Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco menuai sorotan dari berbagai pihak, salah satunya pengamat.
Pengamat mempertanyakan perihal kompetensi Mufli, mengingat sebagai komisaris tentunya harus kemampuan dan pengalaman yang memadai untuk menjalankan fungsi pengawasan.
“Komisaris harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk mewakili pemegang saham mengawasi direksi perusahaan. Jika tidak memiliki track record yang cukup, bagaimana cara mengawasinya?” ujar pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio Senin 29 Juni 2026.
Agus menilai, kondisi tersebut menunjukkan pemerintah belum menerapkan tata kelola yang baik dalam mengisi jabatan-jabatan strategis terutama di perusahaan seperti PT Krakatau Posco.
PT Krakatau Posco bukanlah BUMN murni melainkan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO asal Korea Selatan.
Selain itu, terkait pengangkatan Mufli sebagai komisaris harusnya dilakukan secara transparan dengan dasar pertimbangan yang jelas agar tidak menggerus kepercayaan publik.
“Dalam mengangkat jabatan, harus ada underlying yang jelas, perlu ada latar belakangnya, kenapa diputuskan seperti itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menilai penempatan orang yang tidak memiliki rekam jejak dan pengalaman yang relevan berpotensi melemahkan fungsi pengawasan di perusahaan milik negara.
Agus menambahkan, komisaris juga terlibat dalam memberikan persetujuan terhadap sejumlah keputusan dan dokumen perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Misalnya dalam semua surat menyurat itu kan ada aturannya. Sebelum itu dikirim ke Danantara, komisaris harus memberi persetujuan. Kalau tidak paham memang ada komisaris lain, misalnya komisaris utama yang paham, tapi kan ini tanggung jawabnya bersama,” ujar Agus.
Secara keseluruhan, Agus menyoroti pengisian jabatan strategis semestinya didasarkan pada kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak, agar tidak menimbulkan kesan penunjukan didasarkan pada faktor kedekatan personal.
Adapun Mufli memiliki latar belakang pendidikan lulusan Diploma Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung pada 2007. Ia lulus diploma tiga atau D3 Teknik Listrik.
Mufli lalu melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada 2012. Namun belum menyelesaikan pendidikannya, ia mengajukan pengunduran diri.
Lalu ia kembali mendaftar masuk ke kampus yang sama. Namun, menurut data dari Pangkalan Data Pengidikan Tinggi (PDDIKTI) Mufli tercatat telah mengundurkan diri pada tahun akademik 2018/2019. Sehingga Mufli diketahui memiliki gelar terakhir yaitu D3.
Diketahui, Mufli merupakan orang kepercayaan sekaligus asisten operasional harian Raffi Ahmad yang dilakoni selama bertahun-tahun.
Mufli kerap kali mendampingi Raffi Ahmad dalam berbagai aktivitas, mulai dari urusan pekerjaan, bisnis, hingga agenda resmi.
Kehadirannya juga kerap terlihat dalam berbagai konten media sosial dan tayangan yang menampilkan keseharian Raffi dan keluarganya.
Tidak hanya mendampingi kegiatan di dalam negeri, Mufli pun beberapa kali terlihat menemani Raffi Ahmad untuk agendanya di luar negeri, termasuk acara olahraga seperti maraton.


















Discussion about this post