Prabowo dan 22 Pengusaha APINDO Gelar Pertemuan, Mensesneg Ungkap Isi Pembahasan

Presiden RI Prabowo Subianto gelar pertemuan dengan 22 pengusaha APINDO pada Senin malam 9 Februari 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Presiden RI Prabowo Subianto gelar pertemuan dengan 22 pengusaha APINDO pada Senin malam 9 Februari 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Pada Senin malam 9 Februari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan 22 pengusaha Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Padepokan, Garudayaksa, Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan itu berlangsung selama kurang lebih tiga jam sejak pukul 18.50 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap isi pertemuan antara Prabowo dan 22 pengusaha Apindo.

Dalam pertemuan itu, kata Prasetyo, Prabowo membuka komunikasi dengan para penguasaha.

“Banyak ya. Itu kan, sebagaimana selalu kami sampaikan bahwa Bapak Presiden membuka ruang komunikasi dengan semua pihak, dan alhamdulillah tadi malam beliau berkesempatan berdiskusi dengan para pengusaha,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.

Selain itu, Prabowo juga mendengar masukan dari para pengusaha. Masukan yang disampaikan oleh para pengusaha terkait peran sektor swasta, pengusaha, dan pemerintah ini harus berjalan beriringan.

“Indonesia Incorporated itu disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju, terus harus kita bantu, kita dorong. Karena salah satu kunci ekonomi adalah di teman-teman swasta, teman-teman pengusaha ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Prasetyo merincikan poin-poin yang dibahas misalnya terkait upaya mengembangkan sektor-sektor padat karya hingga cara agar Indonesia bisa bersaing di tingkat global.

“Bagaimana kita lebih kompetitif dalam hal misalnya industri tekstil, industri garmen, industri sepatu. Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi bahwa kita harus juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global. Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya, hanya mengandalkan captive market di dalam negeri,” ungkap Prasetyo.

Padahal, Indonesia juga unggul untuk berkompetisi di tingkat global.

“Sementara beberapa negara tetangga lain mengambil pangsa pasar tersebut, yang sebenarnya itu merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga,” kata dia lagi.

Prabowo dalam pertemuan menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.

“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” kata Prabowo, dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama dengan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di sektor riil.

Ia mendorong pengembangan dan pembesaran industri tekstil seperti garmen, sepatu, dan mebel, serta sektor-sektor strategis lainnya, antara lain industri makanan dan minuman, perikanan, peternakan, serta penguatan UMKM.

Para pengusaha yang hadir disebut komitmen dan solid untuk mendukung visi dan misi Presiden Prabowo, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pemenuhan gizi dan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, serta mewujudkan industrialisasi yang berorientasi pada kepentingan negara dan bangsa.

Adapun 22 pengusaha APINDO yang hadir antara lain Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan.

Kemudian Shinta W. Kamdani, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, Soegianto Nagaria, Lindrawati Widjojo, Hendra Widjaja, Budiarsa Sastrawinata, Ronald Walla, Adhi Lukman.

Lalu ada Raymond Gunawan, Dedy Rochimat, Kris Adidarma, Leo Julianto Sutedja, dan Harry Lukminto.

Exit mobile version