Pasar Palmerah Bakal Ditata Ulang, Pramono Akan Tertibkan Angkot Ngetem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal penataan ulang pasar Palmerah (instagram @elshinta90fm)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal penataan ulang pasar Palmerah (instagram @elshinta90fm)

Suaranusantara.com- Pasar Palmerah akan segera ditata ulang. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan menertibkan angkot-angkot yang ngetem di sekitaran pasar Palmerah itu.

Tak hanya angkot, Pramono juga menertibkan pedagang-pedagang yang berjualan di trotoar. Adanya angkot dan pedagang di trotoar membuat akses pejalan kaki sangat terganggu.

Menurut Pramono, penataan pasar tersebut akan menjadi bagian dari perbaikan akses dari dan menuju Stasiun Palmerah yang berada tak jauh dari kawasan pasar yang tidak ramah bagi pejalan kaki.

“Mengenai pasar yang ada di Palmerah karena di Palmerah memang kita segera akan lakukan perbaikan seperti di Cikini. Karena di Palmerah itu orang untuk ke stasiun itu harus sebagian masih lompat pagar persis seperti yang kemarin kita selesaikan di Cikini,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

Pramono juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menindaklanjuti penataan kawasan tersebut.

Selain itu, Pramono menegaskan penataan kawasan Palmerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI karena stasiun dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Saya sebenarnya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk segera menyelesaikan Palmerah. Karena harus bekerja sama dengan KAI. Di situ kan problem-nya yang memiliki stasiun itu adalah KAI,” ujarnya.

Nantinya dalam penataan Pasar Palmerah akan memiliki konsep seperti kawasan Cikini, Jakarta Pusat yang sebelumnya disebut mengalami persoalan serupa.

Di Cikini, pembangunan pelican crossing dinilai berhasil mengurai kekacauan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pejalan kaki.

“Sehingga dengan demikian, apa yang kami lakukan di Cikini kemudian dibangun pelican crossing, itu menyelesaikan persoalan yang ada di Cikini,” kata Pramono.

Dia berharap, penataan tersebut nantinya juga berdampak langsung pada aktivitas pedagang serta angkutan umum di sekitar pasar dan stasiun.

“Untuk Palmerah akan kami lakukan yang sama, termasuk pedagang nantinya kalau itu sudah bisa dilakukan, maka orang tidak bisa (sembarangan), terutama angkot dan sebagainya ngetem sembarangan,” ujarnya.

Exit mobile version