Suaranusantara.com- Momentum satu tahun pemerintahan di DKI Jakarta dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian sekaligus menegaskan arah kebijakan ke depan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menggelar acara syukuran bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodia, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI masih menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Persoalan klasik seperti kemacetan lalu lintas, banjir, dan polusi udara disebut masih membayangi kehidupan warga. Meski demikian, pemerintah daerah menargetkan penurunan dampak ketiga masalah tersebut melalui intervensi kebijakan yang lebih terukur.
Sejumlah langkah konkret pun dipaparkan sebagai bagian dari upaya penanganan. Di antaranya normalisasi Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut untuk memperkuat pengendalian banjir, serta pengerukan sungai di kawasan Jakarta Barat guna memperlancar aliran air.
Pemprov DKI berharap pendekatan pembangunan dari bawah yang dijalankan selama setahun terakhir dapat mempercepat penyelesaian persoalan perkotaan, sekaligus memperbaiki kualitas hidup warga Jakarta secara bertahap dan berkelanjutan.
Pramono kemudian menyampaikan capaian posisi Jakarta dalam peringkat Global City yang mengalami kenaikan dari urutan 74 menjadi 71 dalam waktu 10 bulan kepemimpinannya. Sementara terkait ketimpangan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, Pramono menyebut kini telah mengalami perbaikan.
Pramono juga menegaskan prioritas utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan melalui bantuan sosial pendidikan yang diberikan Pemprov DKI. Seperti pemberian program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, pemutihan ijazah, hingga pendidikan gratis di 40 sekolah swasta.
“Dan bagi siapa pun yang menerima KJP maupun KJMU, masuk ke Ancol, Ragunan, Monas, dan sebagainya kami gratiskan,” katanya.
Tak hanya itu, berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga terus dilanjutkan meskipun APBD DKI mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Pramono-Rano, Pemprov DKI berkomitmen untuk melanjutkan penyaluran program Kartu Lansia Jakarta, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta.
Di sektor kesehatan, Pemprov DKI terus berupaya menyediakan kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui layanan Pasukan Putih. Saat ini, Jakarta telah memiliki 31 rumah sakit, 44 Puskesmas Kecamatan, dan 292 Puskesmas Pembantu di tingkat Kelurahan.
Untuk memperbanyak akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Pemprov DKI akan membangun lagi dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Royal Batavia Cakung dan rumah sakit di lahan Sumber Waras.
Di sektor transportasi, Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur transportasi. Beberapa terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Pramono dan Wagub Rano yakni memperluas layanan TransJabodetabek hingga daerah penyangga hingga memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Untuk memperbanyak ruang publik dan hijau di Jakarta, Pemprov DKI juga telah menambah 21 ruang terbuka hijau (RTH) baru.
“Yang kecil-kecil sebenarnya banyak banget. Seperti ini, Taman Bendera Pusaka ini adalah Ruang Terbuka Hijau yang kita gabungkan, di tempat ini 5,6 hektare,” jelasnya.
Selain itu, Pramono dan Rano juga berkomitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan berbagai program pemerintahan sebelumnya yang belum tuntas. Pramono mencontohkan dilakukannya reaktivasi Planetarium, pembongkaran tiang monorel, pembangunan JPO yang menghubungkan JIS-Ancol, serta pembangunan rumah sakit internasional di lahan RS Sumber Waras.
Pramono juga ingin menjadikan Jakarta rumah bagi keberagaman agama. Ia ingin toleransi, kerukunan, dan kebersamaan terus tumbuh dan terjaga di Jakarta. Gubernur Pramono pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Jakarta.

















Discussion about this post