Urai Kemacetan Arus Balik, Operasional Truk Dibatasi

Penertiban truk tanah yang melintas di ruas jalan Kota Tangerang. Penertiban dilakukan setelah edaran Wali Kota Tangerang tentang larangan operasional truk tanah yang melebihi berat 8,5 ton menyikapi kecelakaan maut di Jalan Imam Bonjol kemarin.(aul)

Suaranusantara.com – Pemerintah memperketat pengaturan lalu lintas menjelang puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi dalam beberapa gelombang pada 24, 25, dan 27 Maret. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah pembatasan operasional kendaraan angkutan barang untuk mengurangi kepadatan di jalan.

Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan Kementerian Pekerjaan Umum, kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih dibatasi operasionalnya sejak 13 hingga 29 Maret 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, kebijakan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode arus balik.

“Kami menyerukan para pengusaha angkutan logistik tetap mematuhi ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan seluruh pengguna jalan,” ujar Dudy dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, kepatuhan terhadap aturan tersebut menjadi kunci keberhasilan pengelolaan arus balik, mengingat tingginya volume kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Di sisi lain, pemerintah juga mengapresiasi para pelaku usaha logistik yang telah mematuhi kebijakan tersebut, serta peran aparat kepolisian yang terus melakukan pengawasan di lapangan.

Selain pengaturan kendaraan barang, pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak terpusat pada puncak arus balik. Dengan demikian, kepadatan lalu lintas dapat ditekan dan perjalanan menjadi lebih nyaman.

Masyarakat juga diminta untuk tetap tertib berlalu lintas, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

Pemerintah memastikan akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan arus balik di berbagai titik transportasi, dengan harapan seluruh rangkaian perjalanan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib.

“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan informasi resmi yang disampaikan agar perjalanan dapat berlangsung tertib dan selamat,” pungkas Dudy.

Exit mobile version