Suaranusantara.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengawali kunjungan resminya ke Jepang dengan memenuhi undangan upacara kenegaraan di Istana Akasaka, Tokyo, pada Senin (30/3/2026).
Pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, ini menjadi momentum krusial dalam mempertegas arah kemitraan strategi kedua negara di masa depan.
Prosesi Penjaga Kehormatan dan Penghormatan Tertinggi
Ketibaan Presiden Prabowo di halaman Istana Akasaka disambut langsung oleh PM Fumio Kishida. Dalam suasana khidmat, lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Kimi Ga Yo” dikumandangkan, mengiringi prosesi Penjaga Kehormatan (jajar kehormatan) yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang.Istana Akasaka, yang merupakan situs bersejarah bagi tamu-tamu negara paling terhormat, dipilih sebagai lokasi pertemuan untuk menunjukkan kedekatan yang mendalam antara Jakarta dan Tokyo.
Fokus Utama: Ekonomi Hijau dan Pertahanan
Pertemuan bilateral yang berlangsung secara tertutup ini melibatkan delegasi lintas sektoral, mulai dari kementerian luar negeri, perlindungan, hingga ekonomi.
1.Investasi Energi Hijau dengan komitmen Jepang dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju emisi nol bersih.
2.Transfer Teknologi Pertahanan dengan memperkuat kapasitas militer dan stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Pernyataan Bersama Pemimpin dalam Konferensi Pers bersama, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran Jepang sebagai mitra lama yang tepercaya.
“Jepang adalah mitra strategi yang sangat penting bagi Indonesia. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam transfer teknologi pertahanan demi stabilitas kawasan,” kata Presiden Prabowo.
Senada dengan hal tersebut, PM Fumio Kishida memberikan apresiasi tinggi terhadap posisi Indonesia di kancah global.
“Jepang memandang Indonesia sebagai kunci stabilitas di Asia Tenggara. Kami siap mendukung visi pembangunan Indonesia dan memperluas investasi di sektor industri masa depan,” ungkap PM Kishida.
Pertemuan ini diharapkan segera menghasilkan hasil yang konkrit melalui penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) yang akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di kedua negara serta menjaga perdamaian di kawasan Asia-Pasifik. (Wulan/Mg)
