Suaranusantara.com- Pemerintah Indonesia telah membuka sebanyak 138 blok minyak dan gas (migas) untuk eksplorasi energi. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke 11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia.
Prabowo dalam dialognya di EEF, mengajak Rusia untuk berinvestasi di 138 blok migas. Prabowo mengatakan pemerintah RI telah berdiskusi dengan kelompok usia di Rusia untuk mengembangkan sejumlah proyek seperti kilang minyak, terminal penyimpanan, serta proyek di sektor energi.
“Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra Rusia bahwa Indonesia saat ini telah membuka 138 blok untuk eksplorasi energi. Kami mengundang kelompok usaha dan perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dengan membawa teknologi mereka di 138 blok tersebut,” kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki pasokan Liquified Natural Gas (LNG) yang melimpah ruah.
Prabowo mengajak Rusia untuk turut mengembangkan teknologi bersama supaya bisa memproduksi energi gas alam yang dilakukan lebih efisien.
“Saat ini kami memiliki banyak LNG, sehingga di beberapa bagian kami sebenarnya tidak secara langsung membutuhkan gas Rusia. Namun, kami sangat terbuka terhadap teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama,” tuturnya.
Prabowo mengatakan Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan migas.
“Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan teknologi berskala penuh, dengan standar keselamatan tertinggi dan perlindungan internasional,” tuturnya.


















Discussion about this post