Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ingin pasar-pasar tradisional di wilayah yang dipimpinnya bisa menjadi role model nasional atau percontohan.
Pramono mengatakan dengan pasar tradisional di Jakarta menjadi role model nasional, maka diharapkan bisa menata ekonomindari level yang paling bawah.
“Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin ini akan menjadi role model. Contoh yang baik bagaimana kerja sama antara pemerintah daerah, BUMD, kemudian masyarakat untuk menata ekonomi pada level paling bawah,” ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
Untuk itu, Pramono mendorong upaya perbaikan pasar tradisional agar lebih bersih dan rapi.
Selain aspek fisik, ia juga mendorong percepatan digitalisasi transaksi jual beli guna meningkatkan efisiensi dan transparansi ekonomi di tingkat bawah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini resmi memulai proyek revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara.
Proyek ini bertujuan untuk memperkuat fasilitas publik sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi kerakyatan di wilayah ibu kota.
“Di Kramat Jaya ini, 2.600 meter persegi akan dibangun beberapa kios dan mudah-mudahan akan membuka ruang sosial, ekonomi, budaya yang ada di Kramat Jaya,” ujar Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, memaparkan bahwa kedua pasar tersebut akan dilengkapi fasilitas modern seperti ruang laktasi, panel surya, toilet disabilitas, hingga sistem CCTV.
Khusus untuk Pasar Kramat Jaya, pengelola juga akan menyediakan sarana olahraga bagi warga sekitar.
“Pembangunan ini dibiayai dengan menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD). Untuk Pasar Kramat Jaya, sumbernya dari PMD 2016 sebesar Rp10,2 miliar. Kemudian Pasar Gardu Asem, PMD tahun 2017 sebesar Rp10,6 miliar,” ujar Agus.
