BGN Beli Motor Listrik Senilai Rp 42 Juta per Unit, Purbaya Langsung Potong Anggaran Pastikan Tidak Ada Lagi Pembelian di Tahun 2026

Ilustrasi Motor listrik berlogo BGN bertujuan untuk menunjang operasional SPPG (YouTube @jekreac228)

Ilustrasi Motor listrik berlogo BGN bertujuan untuk menunjang operasional SPPG (YouTube @jekreac228)

Suaranusantara.com- Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui telah membeli sebanyak 21.800 motor listrik senilai masing-masing unit Rp.42 juta.

Pembelian motor listrik oleh BGN bertujuan untuk didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menunjang operasional untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran yang digunakan untuk pembelian 21.800 unit motor listrik itu, merupakan anggaran 2025.

“Iya anggaran tahun lalu, tahun ini enggak ada. Kita pastikan enggak ada, tahun lalu. Waktu itu mungkin keburu lewat itu maka kita berhentiin,” ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Rabu 8 April 2026.

Purbaya mengaku baru tahu soal pembelian motor listrik itu. Begitu mengetahui ada pembelian motor listrik sebanyak 21.800 unit, pihaknya langsung memotong anggaran. Namun, dia memastikan lagi ke Dirjen terkait pemotongan anggaran.

“Kita baru tahu belakangan, sudah dipotong anggarannya kalau enggak salah, saya harus tanya dirjen anggaran lagi,” sambungnya.

Menurut Purbaya, ketika dirinya tahu perihal anggaran pembelian motor listrik tersebut, dia langsung memotongnya. “Ketika tahu, saya potong anggarannya,” tegasnya.

Sehingga, pada tahun 2026 ini, Purbaya menegaskan BGN tidak memiliki anggaran untuk membeli motor listrik lagi.

“Ya kan (21.000 motor listrik pakai) anggaran tahun lalu, pasti sudah bayar mereka itu. Tanya saja ke Ketua BGN gimana statusnya,” imbuh Purbaya.

Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan bahwa harga Rp.42 juta per unit motor listrik sudah di bawah pasaran. Sebab, kata Dadan harga di pasaran Rp.52 juta.

“Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran,” ujar Dadan di Istana, Jakarta, Rabu 8 April 2026.

Dadan menekankan, pembelian motor listrik ini memang sudah masuk ke dalam anggaran 2025.
Dia menyebut, dari target pembelian 24.400 motor listrik, BGN hanya bisa merealisasikan 21.800 unit saja.

“Dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025,” ucapnya.

Exit mobile version