Suaranusantara.com – WINGS Group melalui program WINGS for UNICEF bersama Hers Protex dan UNICEF secara resmi meluncurkan rangkaian program edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi remaja putri di sekolah.
Komitmen bersama Hers Protex dalam mendukung peningkatan praktik kebersihan menstruasi serta akses edukasi air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di lingkungan pendidikan.
WINGS melalui produk pembalut unggulannya, Hers Protex secara konsisten mewujudkan komitmen keberlanjutannya dalam mendukung praktik kebersihan menstruasi remaja putri di Indonesia.
Edukasi langsung ke total 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar melalui kampanye Generasi Bersih Sehat dengan menargetkan menjangkau 2.000 siswi SMP dan 2.000 orang tua.
Selain menstruasi yang masih kerap dianggap sebagai topik yang sensitif untuk dibicarakan secara terbuka di lingkungan sekolah, kurangnya akses informasi yang tepat dapat menimbulkan kecemasan pada remaja putri, khususnya saat pertama kali mengalami menstruasi.
Menurut Data Sanitasi Sekolah Menengah Pertama Tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, secara nasional, rasio toilet laki-laki tercatat sebesar 1:85 dan rasio toilet perempuan 1:74, yang masih cukup jauh dari standar yang ditetapkan dalam regulasi pemerintah.
Menyadari pentingnya dukungan edukasi serta lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi remaja putri dalam menghadapi menstruasi, WINGS melalui Hers Protex terus memperkuat komitmennya dalam mendukung praktik kebersihan menstruasi yang layak.
Melalui rangkaian edukasi di sekolah termasuk pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi serta memilih pembalut yang tepat dan nyaman.
Stella Eidelina, Marketing Manager Paper Product Category WINGS Group Indonesia menyampaikan kampanye ini dalam press conference yang digelar pada Rabu, 22 April 2026 di Jakarta.
“Melalui kolaborasi WINGS for UNICEF bersama Hers Protex, kami ingin mendorong remaja putri memiliki pemahaman yang tepat mengenai manajemen kebersihan menstruasi sejak dini, termasuk pentingnya memilih pembalut yang tepat dan nyaman sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Bersih Sehat. Dengan pemahaman yang baik, kami berharap remaja putri dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman, percaya diri, dan bebas khawatir selama menstruasi,” kata Stella Eidelina.
Sejalan dengan upaya tersebut, Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, menekankan pentingnya akses terhadap edukasi kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai agar remaja putri dapat tetap belajar dengan optimal.
“Data UNICEF menunjukkan bahwa 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia memilih tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih saat menstruasi. Hal ini menunjukkan pentingnya akses terhadap edukasi kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai agar remaja putri dapat tetap belajar dengan nyaman dan berpartisipasi secara optimal. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi langkah penting dalam memperkuat praktik kebersihan menstruasi di lingkungan pendidikan”, ujar Zainal.
Selain dukungan edukasi dan lingkungan sekolah yang lebih suportif, pemahaman yang tepat mengenai kebersihan dan kesehatan menstruasi juga menjadi faktor penting dalam membantu remaja putri menjalani masa pubertas secara sehat.
dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG., menjelaskan bahwa edukasi kesehatan menstruasi sejak usia remaja berperan penting dalam membantu remaja memahami perubahan tubuhnya secara tepat.
“Edukasi kebersihan menstruasi sejak dini membantu remaja putri memahami perubahan tubuhnya dengan lebih percaya diri serta mendukung kesiapan mereka menjalani masa pubertas secara sehat, termasuk menjaga kebersihan tubuh selama menstruasi. Dukungan lingkungan sekolah yang informatif, orang tua yang siap mendampingi, penggunaan pembalut yang tepat, serta fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan selama menstruasi”, tutup dr. Dinda.
