Update Terbaru Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang

Kondisi KRL Commuter Line jurusan Jakarta-Cijarang ringsek usai ditabrak KA Argo Bromo jurusan Jakarta-Surabaya pada Senin malam 27 April 2026 (Instagram @inversimedia)

Kondisi KRL Commuter Line jurusan Jakarta-Cijarang ringsek usai ditabrak KA Argo Bromo jurusan Jakarta-Surabaya pada Senin malam 27 April 2026 (Instagram @inversimedia)

Suaranusantara.com- Dunia perkeretapian Indonesia tengah berduka. Pada Senin malam 27 April 2026 pukul 20.52 WIB, terjadi kecelakaan maut yang melibatkan dua kereta api yakni KA Argo Bromo vs KRL Commuter Line.

Kecelakaan dua kereta api itu bermula, ketika KRL jurusan Jakarta-Cikarang melintas di jalur perlintasan langsung di Bulak Kapal. Kala itu, KRL menemper taksi Green SM yang berada di tengah perlintasan.

KRL pun terhenti. Sayang, saat itu, ada KA Argo Bromo jurusan Jakarta-Surabaya yang melaju dari arah belakang KRL. Alhasil, tabrakan tak dapat dihindari.

Akibat kecelakaan itu, hingga pukul 08.45 WIB, laporan korban tewas pun bertambah kini menjadi 14 orang. Sekitar 84 orang mengalami luka.

“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resmi, Selasa.

Korban luka juga telah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Bobby menjelaskan, proses evakuasi korban dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan, termasuk Basarnas, di lokasi kejadian.

Selain itu, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek juga telah dievakuasi dari lokasi tabrakan.

“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan eh evakuasi ke stasiun Bekasi,” ucap Bobby.

Ia menambahkan, layanan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk sementara hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi. Kebijakan ini diterapkan karena proses evakuasi di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung.

“Operasional kereta walaupun Commuter Line belum bisa kami operasikan untuk naik dan turun di stasiun Bekasi Timur ini, untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi,” jelasnya.

Bobby juga memastikan tidak ada petugas kereta api yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Exit mobile version