Warga Binaan di 70 Lapas dan Rutan Kini Terlibat dalam Program MBG

Direktorat Jenderal Pemsayarakatan, Mashudi (Dok Mayzka)

Suaranusantara.com — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat sebanyak 70 titik lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia mulai melibatkan warga binaan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan keterlibatan warga binaan dalam program tersebut bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga untuk membuka peluang kerja sesuai keterampilan yang dimiliki.

“Sekarang kurang lebih 70 titik di lapas dan rutan. Di situ letaknya di luar area lapas atau rutan, tapi tetap bayar PNBP karena sifatnya bisnis,” ujar Mashudi di Jakarta, Sabtu (9/5).

Ia menjelaskan, setiap titik MBG mempekerjakan sekitar 46 hingga 48 pekerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 orang merupakan warga binaan yang telah melalui proses asesmen berdasarkan kemampuan masing-masing.

“Yang punya keahlian dapur itu ditempatkan di situ. Mereka bekerja dan mendapatkan gaji juga,” katanya.

Menurut Mashudi, keterlibatan warga binaan ditentukan melalui hasil pembinaan dan asesmen yang dilakukan petugas lapas. Warga binaan yang memiliki kemampuan memasak akan ditempatkan di dapur MBG, sementara keterampilan lain disesuaikan dengan bidang pembinaan masing-masing.

Ia menambahkan, penghasilan yang diterima warga binaan langsung masuk ke rekening pribadi mereka. Selain memperoleh premi kerja, program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kejenuhan selama menjalani masa pidana.

Program MBG pertama kali dijalankan di Lapas Sukamiskin dan kini terus diperluas secara bertahap menyesuaikan kebutuhan distribusi program MBG nasional. Ke depan, warga binaan yang terlibat juga akan mendapatkan sertifikasi keterampilan sebagai bekal setelah bebas nanti.

Exit mobile version