DPRD Soroti Minimnya Fasilitas Gerakan Pemilahan Sampah, Pramono Anung: Sarana dan Prasarana Akan Kami Siapkan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat peresmian gerakan pemilahan sampah di Rasuna Said (Instagram @pramonoanungw)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat peresmian gerakan pemilahan sampah di Rasuna Said (Instagram @pramonoanungw)

Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi kritik DPRD DKI Jakarta yang menyoroti minimnya fasilitas dalam program gerakan pemilahan sampah.

Pramono berjanji akan menyiapkan baik sarana maupun prasarana dalam mendukung gerakan pemilahan sampah.

“Secara perlahan, tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan,” kata Pramono di kawasan Jakarta Timur, Senin 11 Mei 2026.

Kata Pramono, program gerakan pemilahan sampah masih dalam tahap awal sehingga kebutuhan fasilitas penunjang akan dipenuhi secara bertahap.

Pramono juga mengaku telah meminta seluruh jajaran wilayah mulai dari wali kota, camat, lurah hingga pengurus RT dan RW untuk menggerakkan program pemilahan sampah di lingkungan masing-masing.

Hal ini bertujuan untuk mengubah wajah ibu kota menjadi lebih bersih bebas dari sampah.

“Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta berkaitan dengan persampahan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan menilai gerakan pemilahan sampah rumah tangga masih terkendala fasilitas yang belum memadai.

Menurut dia, masyarakat kesulitan menerapkan pemilahan sampah jika tempat penampungan dan sistem pengelolaannya belum tersedia secara jelas.

“Kalau kita sudah pilah dari rumah, keluar rumah, sampah ini mau ditaruh di mana? Kita tidak bisa hanya mengimbau tanpa menyiapkan sarana dan prasarananya,” tutur Judistira.

Ia menilai edukasi kepada masyarakat harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas di lapangan agar program berjalan efektif.

Selain persoalan fasilitas, DPRD juga menyoroti tingkat kedisiplinan dan pemahaman masyarakat terkait tata kelola sampah yang dinilai masih belum optimal.

Judistira menyebut perubahan perilaku warga menjadi tantangan penting dalam penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari rumah.

Karena itu, menurut dia, edukasi publik harus dilakukan bersamaan dengan penyediaan sarana penunjang agar gerakan tersebut tidak berhenti sebatas imbauan.

Exit mobile version