Cak Imin Sebut APBN Perlindungan Sosial Rp508,2 Triliun, Optimis Kemiskinan Ekstrem 0% di 2026 

Menko PM, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (Dok Kemenko PM)

Suaranusantara,com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan alokasi APBN untuk program perlindungan sosial saat ini telah mencapai Rp508,2 triliun.

Hal itu disampaikan Cak Imin usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

“Hari ini APBN kita sudah sampai angka 508,2 triliun yang baik itu bersifat bantuan sosial tunai maupun berupa PKH maupun yang bersifat bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional kita,” kata Muhaimin.

Ia menambahkan, dalam konteks tersebut, subsidi energi juga diarahkan agar lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah terus mengintegrasikan data penerima manfaat agar penyaluran bantuan sosial semakin akurat melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Sehingga berdasarkan perintah Presiden hari ini, seluruh kementerian dan lembaga supaya konsisten berpijak pada data tunggal sosial ekonomi dalam menyalurkan seluruh program-program pemerintah,” ujar Muhaimin.

Muhaimin juga menuturkan bahwa pemerintah telah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai prioritas pengentasan kemiskinan.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026, serta menurunkan angka kemiskinan menjadi lima persen pada tahun 2029.

“Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrim 2026 ini 0 persen, kemiskinan 5 persen di 2029,” pungkas Muhaimin.

Exit mobile version