Iduladha 2026 Prabowo di Prancis, DPR: Kepentingan Rakyat di Atas Segala-galanya

Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba di Prancis bertepatan dengan perayaan Iduladha 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba di Prancis bertepatan dengan perayaan Iduladha 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Suaranusantara.com- Rabu 27 Mei 2026 merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia termasuk Presiden RI Prabowo Subianto lantaran hari raya Iduladha 1447 H.

Sayangnya, pada momen Iduladha 2026, Prabowo tidak berada di Indonesia. Kepala Negara diketahui tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) me Prancis.

Di tengah perayaan Iduladha, Prabowo kunker ke Prancis menyita perhatian publik. Hal ini dikarenakan lawatan tersebut tercatat sudah menjadi kunjungan keempat Prabowo ke negara itu sejak dilantik sebagai Presiden RI.

Anggota DPR RI Bahtra Banong merespon dengan meminta publik tidak menggiring agenda kenegaraan menjadi polemik politik.

Menurut Bahtra, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis merupakan bagian dari agenda diplomasi strategis yang telah disusun jauh hari melalui komunikasi antarnegara.

“Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” kata Bahtra, Kamis 28 Mei 2026.

Ia juga menilai keberangkatan Presiden di momen hari raya bukan berarti mengabaikan rakyat. Justru, kata dia, hal itu memperlihatkan bahwa Prabowo menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” ujarnya.

Ia menegaskan situasi global yang penuh ketidakpastian justru menuntut Presiden aktif membangun hubungan internasional demi kepentingan nasional Indonesia.

Bahtra menyebut Prancis merupakan salah satu mitra penting Indonesia, terutama dalam bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi hingga industri strategis.

Hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dinilai semakin erat dalam setahun terakhir.

Bahkan sebelumnya, Prabowo pernah menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day 2025, sebuah penghormatan diplomatik yang disebut tidak diberikan kepada semua pemimpin dunia.

“Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” ucapnya.

Menurut Bahtra, semakin sering Prabowo diterima di forum-forum internasional justru menunjukkan posisi Indonesia semakin diperhitungkan dunia.

“Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global,” ujarnya.

Exit mobile version