Suaranusantara.com- Presiden ke 7 Joko Widodo atau Jokowi ingin mengawal sejak dini pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode.
Hal ini sebelumnya disampaikan oleh DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus yang mengatakan bahwa Jokowi meminta partainya untuk mengawal Prabowo-Gibran dua periode.
“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat 18 Juni 2026.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai arahan Jokowi ini merupakan bagian dari manuver politik. Menurutnya, Jokowi ingin mengunci duet Prabowo-Gibran sejak dini.
“Jokowi ingin mengunci duet Prabowo-Gibran sejak dini sekaligus penegasan bahwa Jokowi terus ingin berkoalisi dengan Prabowo,” kata Adi kepada wartawan, Minggu 21 Juni 2026.
Kata Adi, arahan Jokowi ini menunjukkan adanya upaya untuk mengunci konfigurasi politik ke depan. Sebab, menurutnya, banyak yang mengincar posisi sebagai cawapres dari Prabowo.
“Sebab, yang ngincar posisi cawapres Prabowo pasti sangat banyak, mulai dari ketum partai koalisi hingga kalangan menteri dan pejabat negara, cuma tak diungkapkan. Sebab itu, Jokowi ingin mendahului yang lain menyodorkan proposal politik Prabowo-Gibran dua periode,” katanya.
Lalu Adi juga menyoroti skenario politik apabila Gibran tak kembali mendampingi Prabowo di Pilpres 2029. Menurutnya, hal itu akan membuka ruang spekulasi baru terkait arah politik Jokowi.
“Yang jadi tanda tanya, kalau Gibran tak jadi cawapres Prabowo apa manuver politik Jokowi? Terus dukung Prabowo tanpa syarat, atau akan majukan Gibran sebagai capres,” ujarnya.
“Banyak pihak yang berspekulasi Jokowi akan usung Gibran sebagai capres 2029 jika tak duet lagi bareng Prabowo,” sambungnya.
Adi mengatakan apabila kondisi itu terjadi, maka sama dengan situasi pada Pilpres 2009. Saat itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersaing dengan Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK), padahal keduanya sebelumnya merupakan pasangan Presiden dan Wakil Presiden di 2004.
“Banyak juga pihak yang mendorong Jokowi majukan Gibran sebagai capres 2029 jika tak duet lagi dengan Prabowo, alasannya karena Jokowi adalah sosok yang pernah kalahkan Prabowo di dua pilpres. Tinggal uji ulang kesaktian Jokowi untuk bersaing dengan Prabowo di 2029,” tuturnya.
