Mendagri Heran Lihat Fadli Zon Kritik Jokowi Karena Suka Bagi-bagi Sepeda

Presiden Jokowi bersama Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

Jakarta-SuaraNusantara

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mempertanyakan puisi karya Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, yang berjudul “Kaos dan Sepeda”. Meski tidak menyebut nama, namun dalam bait puisi penuh dengan sindiran terhadap pemerintahan Jokowi-JK, termasuk urusan bagi-bagi sepeda.

Tjahjo menilai apa tidak boleh presiden dekat dengan rakyatnya, bersentuhan, berjabat tangan dan berdialog mendengar aspirasi rakyat Indonesia. “Memberikan tanda mata (sepeda) kepada rakyat kok dikritik,” kata Tjahjo kepada wartawan di kantornya, Senin (4/9/2017).

Menurut Tjahjo, Fadli Zon sah-sah saja mengkritik kebijakan pemerintah dalam kapasitasnya sebagai angggota DPR. Namun setiap orang mulai dari anggota DPR sampai Presiden berhak untuk dekat dengan masyarakat. Itu sebabnya, Tjahjo merasa aneh ketika yang dikritik Fadli justru soal kedekatan presiden dengan rakyat. “Atau memang saya kurang paham dengan bahasa puisi?” tanyanya.

Diketahui, Wakil Ketua DPR asal Partai Gerindra ini membuat puisi yang berjudul kaos dan sepeda. Dalam baitnya Fadli menulis mengenai kesejahteraan rakyat, lempar kaos, bagi sepeda sampai Raisa dan ikan tongkol. Puisi itu dibuat saat Fadli Zon melakukan kunjungan kerja ke Yerven, Armenia, Minggu (3/9/2017). Puisi ini bercerita mengenai pemimpin yang kerap membagi-bagikan kaos dan sepeda.

Berikut puisi Fadli Zon itu:

KAOS DAN SEPEDA

dimanakah kesejahteraan?
ketika ekonomi susah
lapangan kerja makin punah
kesenjangan kaya miskin mewabah
kau lempar kaos di jalanan
keluar dari mobil kebesaran jas lengkap penuh pengawalan
kaos berhamburan jadi rebutan
inikah jalan menuju kemakmuran?

kemanakah kesejahteraan?
ketika utang terus bertambah
daya beli rakyat makin lemah
harga kebutuhan pokok meroket tajam
kau buat sepeda jadi hiburan
kuis pertanyaan asal-asalan hadiah sepeda bertaburan
inikah jalan menuju kemakmuran?

seperti apakah kesejahteraan?
ketika kaos dan sepeda selalu ada dalam berita
dari soal ikan tongkol sampai Raisa
inilah cerita negara keempat terbesar di dunia
tak ada derita apalagi sengsara
karena dibunuh statistik angka-angka dan media digenggam kuasa

aku bayangkan Bung Karno dan Bung Hatta
pikiran-pikiran besar merekat Indonesia
narasi menyatukan tanah pusaka
pidato dan tulisan heroik penuh makna
perdebatan menyelami substansi wacana
teladan kepemimpinan luar biasa
mereka tak bagi kaos dan sepeda
kaos dan sepeda bukan sekadar tanda mata

ini ironi zaman penuh dagelan
menjadikan kita bahan lawakan

Fadli Zon, Yerevan, 3 Sep 2017

Puisi karya Fadli ini langsung dibanjiri sambutan dari kalangan netizen. Namun bukan komentar bernada dukungan, melainkan cibiran untuk Fadli Zon yang dinilai terlalu banyak mengkritik orang lain, padahal dirinya sendiri miskin prestasi.

@hendra_ugi68, “yg buat saya bingung, apa sih prestasi anda sbgai wakil kami???”

@dietketat, “Mendingan ngasih sepeda biar pada sehat dr pada anda ngabisin uang rakyat minta segala fasilitas padahal kerjanya nyinyir melulu.”

@fian1797, “Fadli fadli prestasimu sbg wakil dari kami rakyat indonesia ini apa . Bisa mu cmn omong ajah.”

@dandesainku, “Seperti apakah kesejahteraan?
Petani meringkik, wakil “Senayan” asyik piknik.
Rakyat kelaparan tercekik, “Sang Dewan” minta kantor yg apik.”

Penulis: Yono D

 

 

Exit mobile version