Segera Diresmikan 1 Juli 2026, Apa Itu BBM B50? Begini Spesifikasinya

BBM baru B50 (Instagram @kabarelamongan)

BBM baru B50 (Instagram @kabarelamongan)

Suaranusantara.com- Pemerintah akan segera meresmikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru bernama B50. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Kata Bahlil, hadirnya B50 ini akan mengurangi ketergantungan impor Solar. Dan diharapkan mulai tahun 2026 Indonesia tak lagi mengandalkan impor Solar.

“Besok Juli akan kita resmikan B50, itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar kita. Mulai tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar,” ungkapnya di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026.

B50 sendiri merupakan bahan bakar minyak yang dicampur 50 persen biodiesel berasal dari minyak sawit.

Selain menyelamatkan Indonesia dari ketergantungan impor Solar, B50 juga diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang.

Saat ini pemerintah terus melakukan pengujian terhadap B50 di berbagai sektor. Uji teknis B50 di sektor otomotif telah dimulai sejak 2 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Pengujian pada alat dan mesin pertanian (alsintan) serta alat pertambangan ditargetkan rampung pada semester II 2026.

Sedangkan uji teknis untuk sektor perkeretaapian dan pembangkit listrik masih terus berjalan meskipun belum sepenuhnya selesai.

Lantas, bagaimana spesifikasi B50?

Biodiesel B50 harus memiliki massa jenis pada suhu 40 derajat Celcius sebesar 850 hingga 890 kg/m³. Sementara viskositas kinematiknya berada di rentang 2,3 sampai 6,0 mm²/s.

Selain itu, angka setana ditetapkan minimal 51 dan titik nyala atau flash point minimal 130 derajat Celcius.

Pemerintah juga mengatur tingkat kemurnian bahan bakar melalui kandungan ester metil minimal 96,5 persen massa.

Sedangkan angka iodium dibatasi maksimal 115 g-I2/100 g. Kadar air dalam bahan bakar ditetapkan maksimal 300 ppm dan Cold Filter Plugging Point (CFPP) maksimal 15 derajat Celcius.

Parameter tersebut ditetapkan untuk memastikan kualitas bahan bakar tetap terjaga sekaligus aman digunakan pada berbagai aplikasi mesin diesel.

Lalu, apa dampaknya untuk kendaraan?

Penerapan B50 menjadi perhatian bagi pengguna kendaraan diesel karena karakteristik bahan bakar yang berbeda dibanding solar dengan kandungan biodiesel lebih rendah.

Biodiesel memiliki sifat higroskopis atau lebih mudah menyerap air.

Selain itu, bahan bakar ini juga memiliki kemampuan membersihkan kotoran yang sebelumnya menempel pada tangki maupun saluran bahan bakar.

Filter Bahan Bakar Perlu Lebih Diperhatikan Akibat sifat tersebut, filter bahan bakar berpotensi bekerja lebih berat, terutama pada kendaraan yang telah lama beroperasi.

Karena itu, pemilik kendaraan diesel disarankan lebih rutin memeriksa kondisi filter solar dan menggantinya sesuai jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan.

Perawatan berkala menjadi semakin penting seiring penggunaan biodiesel dengan kandungan lebih tinggi.

Pemeriksaan sistem bahan bakar, filter, hingga injektor perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus mencegah gangguan akibat endapan yang terbawa aliran bahan bakar.

Penerapan B50 tidak hanya menjadi tantangan bagi pengguna kendaraan, tetapi juga industri otomotif secara keseluruhan.

Pabrikan kendaraan diesel perlu memastikan produknya kompatibel dengan bahan bakar baru tersebut, baik dari sisi sistem injeksi, komponen bahan bakar, hingga daya tahan mesin dalam penggunaan jangka panjang.

Exit mobile version