Prabowo Pastikan Selat Malaka Terbuka untuk Semua Negara: Sesuai UNCLOS 1982

Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal Selat Malaka terbuka untuk semua (Instagram @prabowo)

Presiden RI Prabowo Subianto bicara soal Selat Malaka terbuka untuk semua (Instagram @prabowo)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Selat Malaka dapat diakses oleh semua negara.

Untuk itu, Indonesia juga telah berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand agar Selat Malaka dijaga sebagaimana mestinya seperti yang tertuang dalam UNCLOS 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea).

Dengan demikian, Selat Malaka dapat dengan aman terbuka bagi siapa pun dan negara mana pun.

“Kita akan terus koordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk menjaga agar sesuai dengan UNCLOS 1982 agar Selat Malaka terbuka untuk semua, aman dan dapat diakses oleh siapa pun,” kata Prabowo usai melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka Jakarta, Senin 6 Juli 2026.

Kata Prabowo, Indonesia dan Singapura merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Sehingga, Indonesia-Singapura berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak.

Prabowo juga mengajak Singapura untuk sama-sama menjaga keamanan jalur Selat Malaka dari kecelakaan dan perampokan. Dia mengingatkan bahwa Selat Malaka sangat vital bagi negara-negara sekitarnya.

“Kita harus pelihara keamanan, perdamaian di selat itu, dan juga keamanan dari polusi dari kecelakaan dan dari perampokan. Ini kepentingan yang vital antara negara negara di sekitar Selat Malaka,” jelasnya.

Prabowo menekankan komitmennya bahwa Indonesia dan Singapura harus menjadi mitra serta menjalin kerja sama yang baik.

“Sikap Indonesia dan sikap saya pribadi dan sejak dulu, saya kira sudah saya buktikan selama beberapa puluh tahun secara pribadi komitmen saya, keyakinan saya bahwa Singapura dan Indonesia harus menjadi mitra yang baik, kerja sama yang baik,” jelasnya.

Menurut dia, hal ini akan menguntungkan kedua negara serta menciptakan stabilitas dan kemakmuran di kawasan ASEAN.

“Kerja sama yang baik ini akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan Singapura tapi akan menyumbang stabilitas, pertumbuhan dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara,” sambungnya.

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada PM Wong serta delegasi Singapura atas komitmennya memelihara persahabatan kerja sama dan kolaborasi dengan Indonesia.

Dia menegaskan Leaders’ Retreat menunjukan kematangan, kepercayaan, dan nilai strategis hubungan Indonesia dan Singapura.

“Sekali lagi PM atas kunjungan saudara dan rombongan saudara dan terima kasih atas persahabatan saudara,” ujar Prabowo.

Exit mobile version