Suaranusantara.com- Pengusaha kawakan Indonesia yang juga tokoh publik mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat dini hari 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya, Tebet, Jakarta Selatan.
Rachmat Gobel meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para sahabatnya, salah satunya Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Airlangga mengatakan bahwa tak hanya dirinya, melainkan Indonesia merasa kehilangan atas meninggal dunianya mantan Wakil Ketua DPR RI 2019-2024 itu.
Rachmat, kata Airlangga merupakan salah satu pengusaha kawakan Tanah Air.
merupakan salah satu pengusaha kawakan yang dimiliki Indonesia.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggalkan kita sahabat baik, wakil ketua DPR periode kemarin, dan juga salah satu entrepreneurnasional, almarhum bapak Rachmat Gobel yang telah meninggalkan kita.Dan tentu Indonesia merasa kehilangan,” kata Airlangga di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat 10 Juli 2026.
Ailrangga juga berharap Rachmat meninggal dalam keadaan husnulkhatimah. Ia menyinggung peran Rachmat sebagai salah satu pilar di sektor industri elektronik Tanah Air.
“Dan saya sebagai salah satu sahabat beliau juga sangat kehilangan, dan sangat mengagetkan beritanya. Dan saya berharap beliau husnulkhatimah karena Pak Rachmat ini orang baik dan mereka salah satu pilar dari pada sektor industri elektronik.Saya berharap keluarga besar Gobel bisa melanjutkan kiprahnya, walaupun salah satu patron, saudara Rachmat Gobel mendahului kita,” ujar Airlangga.
Rachmat Gobel pernah menjadi Menteri Perdagangan pada 2014-2015 dan kini menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem.
Rachmat Gobel lahir dari keluarga pebisnis, anak kelima dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel (alm) dan Annie Nento Gobel (almh).
Saat usianya 24 tahun, Rachmat Gobel meraih gelar sarjana jurusan Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang. Setelah lulus, dia praktik kerja di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang.
Pada 1989, saat usianya menginjak 27 tahun, Rachmad kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel menjadi Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel yang sekarang bernama PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
