Prabowo Soal Isu Orang Titipan di Dalam Kabinetnya: Semua Menteri Saya Putra-putri Terbaik Indonesia

Presiden Prabowo bicara soal isu orang titipan di dalam kabinetnya (Instagram @kemenkop)

Presiden Prabowo bicara soal isu orang titipan di dalam kabinetnya (Instagram @kemenkop)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan soal komposisi menteri di kabinetnya merupakan putra-putri terbaik Indonesia. Hal ini menyusul adanya sorotan terkait para menterinya yang disebut sejumlah pihak adalah orang-orang titipan.

Prabowo mengatakan berkat kerja sama dengan orang-orang yang di Kabinet Merah Putih, telah mencetak keberhasilan pemerintah.

“Kabinet saya ini orang-orang hebat, putra-putri terbaik Indonesia. Saya di sini berdiri di depan saudara sekalian, kalau tidak ada mereka saya tidak bisa berdiri di sini sekarang,” kata Prabowo saat pidato di acara Hari Koperasi Nasional ke 79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Area, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu 12 Juli 2026.

Prabowo menjelaskan bahwa seluruh aktivitas manusia pada dasarnya dibangun melalui semangat kerja sama.

Menurutnya, nilai tersebut juga menjadi inti dari koperasi, sehingga dirinya pun membutuhkan dukungan para menteri untuk menjalankan pemerintahan.

“Semua kegiatan manusia adalah kegiatan kerja sama. Arti koperasi adalah kerja sama, gotong royong, to cooperate, kooperatif, kerja sama. Tapi oke, karena saya patuh sama rakyat, hanya 38 nama kok (yang disapa),” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyinggung besarnya kekayaan yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah dikonsolidasikan kini mencapai sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat.

Namun, menurutnya, kekayaan tersebut selama ini banyak dirampas oleh praktik korupsi. Karena itu, ia kembali mengingatkan para koruptor agar segera menghentikan perbuatannya.

“Untuk sekian kali lagi, saya bicara dari dulu. Hey, para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau, hentikan,” ujar dia.

Prabowo menambahkan, rakyat Indonesia memang dikenal sebagai bangsa yang mudah memaafkan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa masyarakat tetap menginginkan keadilan dan kesejahteraan yang nyata.

“Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik. Kita bangsa pemaaf, tapi rakyat butuh keadilan, rakyat butuh kesejahteraan,” lanjut Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa mengesampingkan perbedaan dan menghentikan berbagai bentuk pertikaian.

Menurutnya, persatuan merupakan kunci utama agar Indonesia dapat terus maju.

“Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga. Apapun latar belakang kita, apapun suku kita, apapun latar belakang kita, apapun partai kita,” tambah Prabowo.

Exit mobile version