Dorong Penggunaan Angkutan Umum, Pramono Anung Siapkan Sistem Tarif Terintegrasi: Bayar Sekali untuk Berbagai Moda Transportasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal sistem tarif terintegrasi (Instagram @pramonoanungw)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal sistem tarif terintegrasi (Instagram @pramonoanungw)

Suaranusantara.com- Guna dorong penggunaan angkutan umum di wilayahnya, Gubenur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menyiapkan skema tarif transportasi terintegrasi.

Pramono menjelaskan dengan sistem teringrasi itu, maka masyarakat dipermudah dalam menggunakan angkutan umum. Sebab, cukup bayar sekali, masyarakat dapat berpindah moda transportasi tanpa perlu membayar lagi.

Pramono mengatakan pembahasan mengenai sistem tiket tersebut sudah dilakukan. Menurutnya, terdapat dua konsep yang sedang dikaji, yakni tiket berdasarkan segmen atau rute, serta tiket yang terintegrasi antarmoda.

“Kemarin kebetulan kita rapat ada dua ticketing. Satu yang per segmen, per rute. Satu yang terintegrasi. Nah yang terintegrasi pasti ada,” kata Pramono di kawasan Jakarta Timur, Selasa 14 Juli 2026.

Saat ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menyusun mekanisme pelaksanaan tarif terintegrasi agar sistem pembayaran dapat diterapkan secara efektif di berbagai layanan transportasi umum.

Selain menyiapkan integrasi tarif, Pemprov DKI juga tengah menghitung besaran tarif untuk LRT Jakarta Fase 1B yang akan melayani rute Pegangsaan 2-Manggarai.

Pramono memastikan bahwa besar tarif nantinya ditetapkan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Pemerintah, kata dia, akan mengelola penentuan tarif secara profesional sebelum diputuskan secara resmi.

“Mengenai tarif tentunya akan dikelola secara profesional. Berapa pun tarifnya nanti akan diputuskan,” jelasnya.

Exit mobile version