Mendagri Buka Opsi WFH Bagi Pegawai Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau: Dilakukan Sebagian

Mendagri Tito Karnavian buka peluang untuk WFH bagi ASN di zona terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (Instagram @jktcreativemedia)

Mendagri Tito Karnavian buka peluang untuk WFH bagi ASN di zona terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (Instagram @jktcreativemedia)

Suaranusantara.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membuka peluang aparatur sipil negara (ASN) untuk menerapkan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Peluang ini diambil imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda di sejumlah wilayah di Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Lampung, Bengkulu dan Sumatera Selatan sejak Minggu dini hari 6 September 2026.

Tito mengatakan WFH boleh diterapkan asal memperhatikan kebutuhan pelayanan masyarakat. Sementara untuk layanan masyarakat seperti kesehatan, pemadam kebakaran, dan kelistrikan harus tetap berjalan.

“Kalau pemerintah daerah, kabupaten/kota melihat bahwa aspek kesehatan dan keamanan di daerah itu bagi masyarakat, termasuk ASN, bisa terganggu, maka WFH bisa dilakukan sebagian, misalnya 50 persen,” kata Tito dalam jumpa pers daring, Minggu 6 September 2026.

Tito juga menjelaskan skema WFH untuk sektor pemerintahan yang tidak banyak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, penerapan WFH dapat dilakukan hingga 75 persen.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau antara lain Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Menurut Tito, pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat membahayakan kesehatan dan keamanan masyarakat.

“Kita melakukan komunikasi terus-menerus, dengan sekali lagi tujuannya untuk mengetahui seberapa berbahaya atau rawan terhadap kesehatan masyarakat atau keamanan masyarakat di berbagai sektor, termasuk administrasi pemerintahan,” ujarnya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi sejak Jumat 4 September 2026. Sejak Sabtu malam 5 September hingga Minggu, hujan abu vulkanik mengguyur sejumlah wilayah.

Akibatnya sebaran abu vulkanik, banyak kendaraan, lantai rumah hingga fasilitas umum terpapar debu tebal.

Exit mobile version