Prepare Hadapi El Nino, Prabowo Perintahkan Bantuan Beras Terpenuhi hingga Desember

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bicara soal arahan Presiden Prabowo hadapi El Nino (Instagram @airlanggahartarto_official)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bicara soal arahan Presiden Prabowo hadapi El Nino (Instagram @airlanggahartarto_official)

Suaranusantara.com- Menghadapi El Nino, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan program-program bantuan bagi kebutuhan masyarakat.

Arahan ini disampaikan Prabowo saat menggelar rapat terbatas (ratas) yang dipimpin secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin 7 September 2026.

“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” kata Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin 7 September 2026.

Adapun salah satu bantuan yang dibahas untuk menghadapi El Nino yakni beras. Prabowo, kata Airlangga meminta untuk penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya.

“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” jelasnya.

Pemerintah, kata Airlangga juga terus memonitor dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di daerah terdampak.

Hal ini untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang mengalami gangguan serta memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

“Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” ujar Airlangga.

Pemerintah juga mencermati dampak dari aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Airlangga menyebut pemantauan dilakukan terhadap dampak letusan beberapa gunung di Indonesia, khususnya terhadap aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” tuturnya.

Selain aktivitas masyarakat, gangguan akibat bencana juga berpotensi memengaruhi sektor logistik.

Pemerintah mencermati kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap sektor penerbangan yang memiliki keterkaitan dengan pengangkutan kargo.

“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan berapa lama penutupan atau pembatasan pada sektor penerbangan perlu dilakukan.

“Kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup,” pungkas Airlangga.

Exit mobile version