INES Paparkan Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Prabowo-Gibran Jelang 2 Tahun Masa Pemerintahan

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka (Instagram @kaesang.psi)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka (Instagram @kaesang.psi)

Suaranusantara.com- Sebuah lembaga survei yakni Indonesia Network Election Survey (INES) memaparkam hasil survei terkaif tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran jelang dua tahun masa pemerintahan.

Dalam laporan hasil surveinya, ada sebanyak 79,3 persen publik menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran.

Adapun survei dilakukan pada September 2026 yang digelar di 36 provinsi di Indonesia dengan diikuti sebanyak 1.400 responden.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Mencatatkan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo sebesar 79,3 persen,” kata Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.

Lalu sebanyak 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo, sedangkan 3,3 persen lainnya tidak memberikan jawaban.

Tak hanya tingkat kepuasan, dalam survei ini juga mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Prabowo mencapai 82,1 persen.

Sebanyak 16,5 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya, sementara 1,4 persen tidak menjawab.

Andri menyampaikan tingginya tingkat kepuasan dan kepercayaan tersebut turut tercermin dari penilaian masyarakat terhadap keberanian, ketegasan, serta kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi program-program yang dinilai pro-rakyat.

Sebanyak 78,2 persen responden mengapresiasi keberanian, ketegasan, serta kecepatan eksekusi program-program pro-rakyat yang digulirkan pemerintah. Sebanyak 16,9 persen menyatakan kurang atau tidak puas, sedangkan 3,9 persen tidak menjawab.

“Capaian positif ini menjadi indikator penting bahwa arah kebijakan yang diambil pemerintah berada pada jalur yang tepat untuk memenuhi harapan masyarakat,” ujar Andri.

Namun, survei tersebut juga menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah pemerintah, terutama di sektor ekonomi.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di sektor ekonomi tercatat 50,8 persen, sementara 45,1 persen responden menyatakan kurang puas dan 4,1 persen tidak menjawab.

Menurut Andri, kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya sektor ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Tantangan serupa terlihat dalam persoalan lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok. Sebanyak 50,7 persen responden menyatakan kurang puas terhadap penanganan sulitnya mencari lapangan kerja.

Sementara itu, sebanyak 54,8 persen responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok.

Adapun untuk penanganan kemiskinan, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Sementara pada program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial, tingkat kepuasan mencapai 78,7 persen.

Dalam bidang diplomasi, sebanyak 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Presiden Prabowo yang membawa agenda penguatan ekonomi Indonesia sebagai prioritas dalam berbagai lawatan ke luar negeri.

Sebanyak 16,4 persen menyatakan tidak puas dan tidak percaya, sedangkan 3,3 persen tidak menjawab.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat. Sebanyak 78,2 persen responden menyatakan setuju agar program tersebut dilanjutkan. Sebanyak 18,4 persen tidak setuju program dilanjutkan dan 3,4 persen tidak menjawab.

Andri menilai tingginya dukungan tersebut menunjukkan program MBG memiliki relevansi dengan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai lapisan.

Exit mobile version