Prabowo Akan Luncurkan Program Gentengisasi, Maruarar Sirait: Acara Tanggal 8 November di Majalengka

Presiden Prabowo dijadwalkan akan hadir dalam peluncuran program gentengisasi (Instagram @inforangkasbitung)

Presiden Prabowo dijadwalkan akan hadir dalam peluncuran program gentengisasi (Instagram @inforangkasbitung)

Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program Gentengisasi yang akan digelar 8 November 2026 di Majalengka, Jawa Barat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang menyebut pihaknya telah mengundang Prabowo guna melakukan peluncuran program gentengisasi.

“Undangan untuk Bapak Presiden hadir tanggal 8 November di Majalengka untuk acara gentengisasi,” kata Maruarar kepada wartawan, Senin 26 Oktober 2026.

Maruarar menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 2,4 juta genteng yang lolos SNI alias lolos uji keandalan. Sebanyak 2,4 juta genteng itu merupakan produksi 34 UMKM

“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SNI, yaitu kriteria keandalan. Artinya, dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos uji dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng,” imbuhnya.

Maruarar menyebut sebanyak 600 truk bakal mengangkut jutaan genteng tanah liat. Menurutnya, genteng tanah liat itu memiliki kualitas terjaga.

“Produk UMKM ya, genteng dari tanah liat, sehingga kualitasnya itu terjaga dan itu akan dikirim melalui 600 truk yang akan direncanakan tanggal 8 November hari Minggu siang,” pungkasnya.

Awal Februari lalu, Presiden Prabowo Subianto mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh Indonesia.

Ia menolak pemakaian atap seng yang dinilai mudah panas serta berkarat. Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui gerakan proyek gentengisasi yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin 2 Februari 2026.

Prabowo menilai penggunaan seng tidak ideal bagi hunian masyarakat. Selain membuat suhu rumah lebih panas, seng juga mudah berkarat dan berdampak pada kenyamanan serta tampilan lingkungan.

“Saya lihat hampir semua kota, hampir semua desa kita, maaf ya, banyak seng. Ini panas untuk penghuni, juga berkarat,” ujarnya.

Sang Kepala Negara menekankan pengembangan genteng nasional memungkinkan dilakukan karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri dan industrinya relatif terjangkau.

“Pabrik-pabrik genteng itu tidak mahal. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat,” kata Prabowo.

Ia mengungkapkan berdasarkan laporan para akademisi, limbah batu bara dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan baku genteng tanpa mengurangi kualitas.

“Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita bahwa limbah batu bara itu dicampur dengan tanah menjadi bahan genteng yang baik,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan mendukung daerah sebelum dan sesudah program gentengisasi berjalan. Ia juga meminta kepala daerah berperan aktif memperindah wilayah masing-masing.

“Ini serius ya. Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah, terserah. Bersama kita bikin kota indah, kecamatan indah, desa indah,” katanya.

Exit mobile version