Suaranusantara.com- Polemik ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming masih terus bergulir, setelah sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan perkara gugatan tidak dapat diterima lantaran tak ditemukan bukti ijazah setara SLTA/sederajat pada beberapa waktu lalu.
PSI mengatakan polemik ijazah Gibran itu ditimbulkan oleh orang-orang yang tidak terima lantaran karir politik putra sulung Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi melesat cepat.
Mengingat, karir politik Gibran berlangsung cepat dalam waktu singkat. Mulai dari Wali Kota Solo lalu digandeng Prabowo Subianto maju ke Pilpres 2024.
“Masalahnya bukan di @gibran_tweet tapi di orang-orang yang tidak terima kalau karir politik Gibran bisa loncat dengan kecepatan maksimal,” tulis ujar kader PSI, Dedy Nur Palaka di akun X, dikutip Selasa 27 Oktober 2026.
Menurut Dedy, Prabowo merupakan salah satu tokoh yang paling bersemangat melibatkan anak muda dalam kontestasi politik pada Pemilu 2024.
Ia menilai keputusan tersebut mencerminkan pandangan politik Prabowo mengenai peran generasi muda dalam menentukan masa depan Indonesia.
“Apalagi kita sama-sama tau bahwa yang paling bersemangat menggandeng anak muda pada pemilu 2024 adalah @prabowo seorang intellectual politik yang melihat masa depan bangsa ini ada ditangan anak muda,” ujarnya.
Dedy kemudian menyebut pasangan Prabowo-Gibran sebagai representasi wajah baru Indonesia.
“Jadilah pasangan yang sangat mewakili wajah Indonesia baru. Wajar jika pasangan ini kemudian digugat dengan alasan yang paling “minimalis” yaitu soal lagi-lagi ijazah,” lanjut dia.
Ia juga membandingkan polemik yang kini dihadapi Gibran dengan persoalan yang sebelumnya dialami Jokowi.
Menurut Dedy, cara serupa pernah digunakan untuk menggugat Jokowi dan kini kembali muncul dalam polemik yang melibatkan putranya.
“Dulu mereka lakukan itu pada Jokowi dan gagal, sekarang mereka mencoba cara yang sama dan kelihatannya akan gagal lagi,” imbuh Dedy.
Lebih jauh, Dedy berpandangan bahwa pemilu mendatang akan membuka ruang bagi lebih banyak tokoh muda untuk tampil dalam kepemimpinan nasional.
“Ke depan pemilu kita akan menghadirkan tokoh-tokoh muda terbaik Republik dan kita sebagai rakyat tinggal membuat penilaian kritis siapa yang paling pantas memimpin bangsa dengan jumlah penduduk 280Jt,” pungkasnya.


















Discussion about this post