
Bogor-SuaraNusantara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima audensi puluhan raja dan sultan dari seluruh Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/1/2017) siang.
Dalam kesempatan ini, Jokowi hanya menyampaikan pidato pembuka pertemuan, dan selanjutnya mempersilakan para raja dan sultan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Pagi hari ini saya tidak ingin menyampaikan sesuatu, saya justru ingin mendengar masalah-masalah dan problem-problem yang ada dari Yang Mulia para raja, para sultan, para pangeran dan permaisuri yang pada pagi hari ini hadir. Saya persilakan kalau ada yang ingin yang menyampaikan masalah yang ada di lapangan, saya persilakan, nanti biar diatur Pak Teten (Kepala Staf Kepresidenan),” kata Jokowi.
Puluhan raja dan sultan hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berasal dari Sumatra (20 orang), Jawa (17 orang), Bali (tiga orang), Nusa Tenggara Timur (lima orang), Nusa Tenggara Barat (empat orang), Kalimantan (10 orang), Sulawesi (18 orang), Maluku (9 orang), dan Papua (2 orang).
Para raja dan sultan kemudian memberi masukan kepada Jokowi agar tanah-tanah hak wilayah kerajaan dan kesultanan diperhatikan.
Selain itu, para raja dan sultan juga mengharapkan pemerintah lebih fokus untuk memberikan kontribusi perhatian kepada kerajaan atau kesultanan yang ada untuk bisa membangun seni budaya yang mengakar dari kerajaan tersebut.
“Kami dan pemerintah akan bergandeng tangan untuk mendukung pemerintah. Kami ada di belakang pemerintah untuk merealisasi program pemerintah ke depan. Kami siap karena kami merasa pemerintah sudah memperhatikan kami dan tentu itulah kontribusi kami kepada pemerintah saat ini,” kata Raja Jan Christofer Benjamin dari Kerajaan Babau Kupang, NTT, kepada wartawan usai pertemuan.
Penulis: Cipto