Hadiri Perayaan Natal, Anies-Sandi Dianggap Cari Simpati Umat Kristen

Jakarta-SuaraNusantara

Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menghadiri perayaan Natal bersama yang digelar Pemprov DKI di Hall B Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018) malam.

Anies hadir ditemani istrinya, Fery Farhati Ganis. Sedangkan Sandi datang tanpa ditemani nyonya. Sejumlah pejabat Pemprov DKI seperti Asisten Pembangunan Setda DKI Gamal Sinurat, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Michael Rolandi dan Kepala Biro Pendidikan Mental Setda DKI Hendra Hidayat terlihat hadir di lokasi acara.

Perayaan Natal ini untuk pertama kalinya dibuka untuk umum. Tahun sebelumnya perayaan hanya digelar terbatas untuk pegawai Pemprov, BUMD, dan DPRD DKI saja.

Ketika wartawan meminta tanggapan mengenai perayaan Natal bersama ini, baik Anies maupun Sandi enggan berkomentar.

Pengamat sosial dari Pusat Kajian Politik Ekonomi Indonesia (PKPEI) Barata menilai, ada alasan politis di balik penyelenggaraan acara natal bersama itu. 

“Anies-Sandi seperti sedang mencari simpati dari kalangan Nasrani. Bukan rahasia lagi bila pasangan ini dianggap menang Pilgub hanya karena isu SARA telah menjatuhkan Ahok,” kata Barata kepada SuaraNusantara, melalui selular, Sabtu (13/1/2018).

Barata menduga lewat perayaan natal bersama yang untuk pertama kalinya terbuka bagi masyarakat umum ini, Anies-Sandi ingin mengumpulkan massa pendukung dari kalangan Nasrani demi kepentingan politik mereka.

“Dengan menyelenggarakan dan menghadiri perayaan natal, mereka ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa mereka bukanlah pemimpin yang senang bermain isu SARA. Selain itu, hadirnya masyarakat umum pada acara ini akan mengesankan bahwa umat Nasrani ibu kota juga mendukung kepemimpinan mereka,” katanya.

Namun Barata memperkirakan, dengan hadirnya Anies-Sandi dalam perayaan natal bersama, ada kemungkinan pihak-pihak tertentu yang sebelumnya memberi dukungan akan merasa kecewa, karena bagi sebagian pihak tersebut, menghadiri perayaan natal “haram” hukumnya.

Sementara Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun menilai lewat acara Natal bersama, Anies-Sandi tengah berusaha mengurangi ketegangan antarkelompok terkait isu SARA yang pernah terjadi saat pilgub Jakarta tahun lalu.

“Ya mungkin itu bagian dari proses Anies-Sandi untuk mengurangi ketegangan antar kelompok, karena pada pilkada tahun lalu yang panas persaingannya,” ujar Ubedillah Jumat (12/1/2018) kemarin, dikutip dari CNNIndonesia.

Selain itu, kata Ubedillah, momentum Natal bersama Pemprov DKI juga menjadi arena Anies-Sandi memperkuat posisi dan citra sebagai gubernur yang mengayomi semua golongan dan kepentingan.

Sebagai kepala daerah, Ubedillah mafhum bahwa Anies-Sandi berusaha semaksimal mungkin menjaga harmonisasi masyarakat di daerahnya agar tak terjadi gejolak kembali seperti pilkada tahun lalu.

“Saya kira itu hal yang wajar dilakukan Anies-Sandi untuk menunjukkan pada publik bahwa gubernur harus melayani semua kelompok agama, saya kira itu,” tambahnya.

Penulis: Askur

 

 

Exit mobile version