
Medan-SuaraNusantara
Sampai hari ketiga, Rabu (31/1/2018), beberapa Anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014 menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mako Brimobsu Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. Banyak di antara mereka yang terkesan main kucing-kucingan dengan wartawan.
Hampir seluruh anggota dewan periode sebelumnya itu memasuki gedung pemeriksaan melalui pintu belakang. Pintu itu merupakan pintu penghubung gedung utama Mako Brimobsu dengan asrama prajurit.
Wartawan yang dilarang petugas provost masuk ke kawasan tersebut, terpaksa mencari celah untuk mendekati anggota dewan yang baru selesai diperiksa. Bila petugas provost lengah, para wartawan dapat mengambil foto, merekam gambar, bahkan melakukan wawancara singkat.
“Mundur pak…kan sudah disediakan tempat untuk pers. Mereka juga tidak bersedia difoto dan diwawancarai,” kata seorang petugas provost menyampakan keluhan anggota dewan.
Pasiruddin Daulay, kader Partai Kebangkitan Bangsa, ketika selesai menjalani pemeriksaan, berusaha menghindari jepretan kamera wartawan, sampai-sampai map yang dijadikan penutup wajahnya jatuh di parkiran.
Tanpa memberi komentar apapun, Pasuruddin masuk ke mobil yang dikendarainya sendiri dan melaju meninggalkan Mako Brimobsu.
Tidak lama kemudian, Mustofawiyah (kader Partai Demokrat) dan Biller Pasaribu keluar dari dalam gedung. Namun karena dihalangi petugas, wartawan tidak bisa mendekati keduanya.
“Ya, kehilangan momen lagi. Macam kucing-kucingan kita dengan anggota dewan,” kata seorang rekan wartawan.
Penulis: Ingot Simangunsong