Ajakan Yasonna Bikin Jokowi Terbang ke Nias

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang bersama MenkumHAM Yasonna Laoly (kiri) serta Ketua KomnasHAM Nur Kholis (kanan) saat menghadiri Peringatan Hari HAM se-dunia 2015 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/12). Presiden menyatakan pemerintah terus berupaya menyelesaikan permalahan HAM masa lalu serta sejumlah pelanggaran HAM antara lain sengketa agraria, kebebasan berpendapat, menghapus kriminalisasi, memenuhi hak kesehatan, hak dasar kelompok terpinggirkan, dan kelompok minoritas karena perbedaan etnis serta agama | Foto: Istimewa
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang bersama MenkumHAM Yasonna Laoly (kiri) serta mantan Ketua KomnasHAM Nur Kholis  saat menghadiri Peringatan Hari HAM se-dunia 2015 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/12/2015) | Foto: Istimewa

Jakarta-SuaraNusantara

Sekretaris Kabinet Pramono Anung melalui pesan singkat ke SuaraNusantara.Com, Jumat pagi (12/8/2016) silam, membenarkan bila Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Nias pada Jumat (19/8/2016) mendatang. Kedatangan Jokowi untuk melihat dari dekat kondisi di sana. “Iya. Sudah masuk dalam agenda,” kata Pramono Anung.

Namun ada sekelumit kisah di balik jadwal kedatangan Presiden ini. Beberapa waktu lalu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Presiden menumpang pesawat dari Bali ke Jakarta. Di perjalanan muncul diskusi tentang agenda kunjungan Presiden ke Parapat dan Sibolga, Sumatera Utara, dalam rangka menghadiri puncak perayaan HUT RI ke-71 yang berlangsung pada tanggal 21 Agustus di kawasan Danau Toba.

“Saya bilang ke Presiden, ‘Pak Presiden, dari Sibolga sudah dekat ke Nias. Mohon dipertimbangkan Pak Presiden.’ Beliau menjawab, ‘Jadi mau ke Nias? Ya sudah kita ke Nias.’ Kita bersyukur Presiden berkenan berkunjung ke Nias,” ujar Yasonna H. Laoly.

Kedatangan Presiden ke Pulau Nias jelas akan membawa perubahan positif. Presiden bisa melihat sendiri kondisi riil di lapangan. Apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat, diharapkan dapat segera teratasi. Bahkan meski tidak terkait langsung, kedatangan Presiden ini diyakini bakal berdampak positif pada penyelenggaraan Pesta Ya’ahowu bulan September mendatang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun SuaraNusantara.Com, Presiden Joko Widodo akan ditemani Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Luhut Panjaitan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,  Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Eka)

Exit mobile version