Polemik Olahraga Tidak Bercampur dengan Politik, Begini Respon Politisi PDIP

Presiden Jokowi saat Konferensi Pers terkait polemik penolakan Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia (Youtube Sekretariat Presiden/tangkapan layar)

Presiden Jokowi saat Konferensi Pers terkait polemik penolakan Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia (Youtube Sekretariat Presiden/tangkapan layar)

Suaranusantara.com – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira tidak sepakat dengan pendapat yang menyebutkan bahwa olahraga tidak berkaitan erat dengan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Andreas dalam rapat Komisi X dengan pemerintah yang diwakili Plt. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Muhadjir Effendy.

“Sekarang berkembang dikita, seolah-olah olahraga itu tak ada kaitannya dengan politik gitu. Menurut saya tidak benar, saya berbeda pendapat dengan kebanyakan orang yang berkata seperti itu,” ujar Andreas.

Andreas menuturkan bahwa proses pelaksanaan satu kegiatan olahraga tidak bisa dilepaskan dari proses politik dibelakangnya. Andreas juga menambahkan bahwa sistem olahraga memiliki hubungan erat dengan keamanan, ekonomi, sosial yang semua itu harus diantisipasi. Dirinya juga memberikan kritik kepada pemerintah yang tidak mengantisipasi keikutsertaan Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Pernyataan Andreas ini berbeda dengan Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers beberapa jam sebelumnya. Soal polemik keikutsertaan Israel, Jokowi meminta agar tidak mencampuradukkan olahraga dengan politik.

“Dalam urusan Piala Dunia U-20 ini kita sependapat dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia bahwa FIFA memiliki aturan yang harus dipenuhi anggotanya. Jadi, jangan mencampuradukkan urusan olahraga dengan urusan politik,” tegas Jokowi.(ADT)

Exit mobile version