Suaranusantara.com – Saat bulan Ramadhan, umat muslim yang berpuasa tentu familiar dengan istilah ‘imsak’ sebagai penanda hitungan mundur 10 menit menjelang adzan subuh. Namun ternyata pemahaman Imsak yang sudah dikenal selama ratusan tahun itu adalah keliru.
Beredar video penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat mengenai istilah imsak yang selama ini dipahami dengan keliru oleh masyarakat Indonesia.
“Ini kerancuan yang luar biasa. Ibu, perhatikan, Imsak itu nama lain dari puasa,” paparnya dalam sebuah video diakun tiktok @tary9858.
Ustadz Adi Hidayat juga menambahkan bahwa definisi imsak itu sama dengan shaum (dalam bahasa arab-red) yang artinya ‘menahan puasa’. Dalam Al Quran, kata Shaum terulang 6 kali dan ini secara bahasa, shaum dan shiam itu punya arti yang sama yaitu ‘Al Imsak’, menahan puasa. Jadi, sambungnya, imsak itu nama lain dari puasa, punya tiga nama bisa shaum, bisa shiam, dan bisa imsak.
Melalui penjelasan tersebut,dirinya menegaskan bahwa saat imsak, sebenarnya itu sudah tidak boleh makan.
“Kita gagal paham karena menempatkan istilah imsak bukan pada tempatnya. Seharusnya imsak itu, waktunya sama dengan adzan subuh” jelasnya.
Lalu waktu 10 menit jelang adzan subuh disebut apa? Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, waktu itu bisa disebut ‘tanbihun’ dalam bahasa arab.
“Jika nanti bikin kalender lagi, tempatkan imsak sama dengan subuh. Yang sebelum subuh itu tanbihun dalam bahasa arab, yang artinya peringatan.” ujarnya.
Dalam video tersebut dirinya juga membahas kesalahan pamflet/mini poster/selebaran jadwal imsakiyah yang menunjukkan waktu-waktu adzan tiba selama ramadan. Padahal menurutnya, kalau imsakiah berarti puasa, pamflet itu kurang tepat disebut jadwal imsakiyah, tapi itu merupakan jadwal salat. (ADT)
