SuaraNusantara.com – Hasil Musyawarah Rakyat (Musra) yang dilakukan relawan Joko Widodo (Jokowi) di Istora Senayan kemarin, Minggu, 13 Mei 2023.
Telah mengkrucut ke beberapa nama kandidat bakal calon Presiden (Capres) pilihan relawan.
Meski demikian Presiden Jokowi masih belum memutuskan nama Capres hasil Musra.
Jokowi dinilai akan mendeklarasikan dukungan capres namun melihat terlebih dahulu siapa lawannya.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai jika Jokowi tengah melihat betul dinamika politik di Indonesia yamg diketahui masih bergerak dinamis.
“Tapi kalau mau jujur sebenarnya Jokowi itu adalah kader PDIP, jadi secara pribadi preferensi politiknya pasti ke Ganjar Pranowo. Nggak mungkin Jokowi itu tidak mendukung Ganjar Pranowo, itu yang paling penting,” kata Adi kepada wartawan, Minggu, 14 Mei 2023.
Dirinya menambahkan, Bahwa Jokowi ingin menunjukan dirinya sebagai presiden dan negarawan yang mengayomi orang disekitarnya yang ingin maju di Pilpres 2024.
“Artinya kalau the end of the day nya yang bisa maju itu All Jokowi Man, saya kira para relawan ini akan disebar ke sejumlah nama mendukung Ganjar, kemudian mendukung Prabowo dan mungkin juga akan mendukung Airlangga Hartarto. Karena Jokowi tentu nggak akan ambil pusing kalau yang maju itu All Jokowi Man, Pak Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto dan Ganjar,” ucapnya.
“Karena Jokowi ingin menunjukkan sikap politiknya sebagai presiden dan negarawan bahwa orang-orang di sekitarnya juga orang-orang yang layak untuk diusung dan didukung. Meski secara pribadi Jokowi tentunya lebih kepada Ganjar Pranowo,” tambahnya.
Hal tersebut diasumsikan bahwa yang bertanding di Pilpres adalah orang-orang dekat Jokowii.
Justru hal tersebut akan terasa beda jika yang bertanding kubu Jokowi berhadapan dengan poros perubahan yang mengusung Anies.
“Tapi akan berbeda ceritanya kalau poros perubahan itu bisa memajukan Anies Baswedan, sangat mungkin Jokowi itu akan mengonsolidasi koalisi besar yang di dalamnya ada PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, PKB, dan PPP dijadikan satu kekuatan politik, 6 partai pendukung saat ini di luar NasDem. Sangat mungkin akan dikonsolidasi menjadi satu poros kekuatan politik sendiri melawan kubu perubahan, melawan Anies Baswedan,” ujarnya.
“Jadi Jokowi itu sedang melihat betul apakah the end of the day nya yang bisa maju pilpres itu apakah All Jokowi Man yang itu artinya pemilu 2024 hanya sebatas friendly match karena yang bertanding adalah orang-orangnya Jokowi seperti Ganjar, Prabowo dan sangat mungkin Pak Airlangga. Atau kalau memang poros perubahan itu bisa maju dengan Anies Baswedan, maka yang akan terjadi ya big match yang akan mempertemukan kubu oposisi, kubu perubahan capresnya Anies dengan kubu pemerintah,” imbuhnya. (Alief)
