Jusuf Kalla Kritik Kebijakan Hilirisasi yang Digaungkan Jokowi, Terlalu Banyak Melibatkan Asing

Jusuf Kalla berbincang dengan Wapres ke 11 Prof. Dr. Boediono Ph.D (Instagram/@jusufkalla)

Jusuf Kalla berbincang dengan Wapres ke 11 Prof. Dr. Boediono Ph.D (Instagram/@jusufkalla)

SuaraNusantara.com – Wakil Presiden Indonesia periode 2014-2019 Jusuf Kalla (JK) kritisi kebijakan hilirisasi yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JK mengakui kebijakan hilirisasi yang digaungkan Presiden Jokowi adalah kebijakan yang bagus, hanya saja praktiknya jaug dari tataran ideal.

“Tambang dan sebagainya, kembalinya harus jadi kekayaan negara apakah dikerjakan oleh asing atau nasional harus memberikan manfaat bagi masyarakat dengan cara mengontrol itu,” ungkap JK dikutip rekan media Senin, 22 Mei 2023.

JK juga mengkritik dalam penerapan kebijakan hilirisasi terlalu banyak melibatkan asing.

“Hilirisasi memberikan dampak baik kalau dikerjakan oleh usaha nasional, kalau asing, dampaknya menjadi kecil. ini harus kebijakan ini harus dievaluasi,” paparnya

Sebelumnya kritikan muncul dari Ekonom Senior Faisal Basri , menjelaskan nilai tambah hilirisasi seperti nikel tidak dirasakan oleh masyarakat sepenuhnya.

“Yang terjadi kalau hilirisasi biji nikel diolah jadi pig nikel ekspor bukan dijadikan lanjutan industri kita hilirisasi malah menopang industrialisasi di China,” kata Faisal.

Seharusnya langkah yang diambil adalah memaksa industri dari hulu hingga hingga hilir berkembang didalam negeri.

“Untuk biaya pembangunan kita cuma mengeruk sumber daya alam semakin dalam, China 94% ekspor industri manufaktur Indonesia cuma 40%, sisanya petik jual gak pakai otak,” pungkasnya. (Alief)

Exit mobile version