Presiden Sebut Tetap Cawe-cawe Demi Bangsa dan Negara, Bambang Pacul: Santun Tak Intervensi Pemilu

Bambang Pacul (Instagram/@komandanpatjul

Bambang Pacul (Instagram/@komandanpatjul

SuaraNusantara.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tetap cawe-cawe dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Hal itu Presiden Jokowi lakukan semata-mata demi bangsa dan negara.

Serta Presiden ingin memastikan proses pemilu berjalan dengan baik.

Ketua Bappilu PDI-Perjuangan merespon pernyataan tersebut dengan mengatkan cawe-cawe Jokowi tak mengintervensi hasil Pemilu 2024 mendatang.

“Dari diksi dulu, ini (pandangan) bukan dari PDIP ya, ini dari subjektif saya. Cawe-cawe ini bahasa kosakata diksi Jawa, diksi Jawa Tengah. Kalau orang Jawa Tengah, tahu cawe-cawe itu artinya adalah akan ikut campur ikut, mewarnai,” kata Bambang Pacul kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa

Ia menilai cawe-cawe presiden sesuai dengan keadaban dan kesantunan, Pacul memaknai pernyataan tersebut dengan kode yang baik.

“Tetapi cawe-cawe yang berlebihan tentu nanti ada yang kurang bersepakat. Maka cawe-cawenya itu adalah cawe-cawe yang sesuai dengan keadaban yang ada, kesantunan yang ada, kepatutan yang ada,” tutur Pacul.

“Itu adalah kode yang bagus bagi yang lain, Bapak Presiden (menyatakan) terbuka bahwa dia akan ikut campur nanti,” sambungnya.

Pacul pun menafsirkan maksud cawe-cawe atau ikut campur Jokowi. Menurut Pacul, Jokowi punya kekuatan untuk menggerakan suara dari relawannya.

“Tapi ikut campur nanti clear toh ikut campurnya kayak apa iya toh? Kalau nanti ikut campurnya di dalam penetapan capres-cawapres itu kan urusan partai, tapi setelah itu Pak Jokowi kan punya pasukan, yang Musra mungkin mau diarahkan kemana Musranya itu kan Pak Presiden,” ungkap Pacul.

Pacul menambahkan jika cawe-cawe Jokowi bukanlah upaya mempengaruhi hasil pemilu. ia menegaskan jika Jokowi tak mungkin mengintervensi Pemilu.

“Nggak (mempengaruhi) dong. Itu maka saya katakan kepatutannya cawe-cawe dalam bahasa Jawa ada kepatutannya nggak boleh cawe-cawe mengintervensi itu nggak boleh,” kata Pacul

Hal itu diperkuat dengan pernyataan Ketua DPP PDIP Ericko Sotarduga menilai sosok presiden haruslah cawe-cawe.

“Kami menilai memang seharusnya seorang Presiden, memang harus cawe-cawe kalau meminjam istilah beliau begitu,” kata Ericko kepada wartawan di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2023.

Ericko mengatakan alasan pertama Jokowi cawe-cawe ialah ingin memastikan proses pemilu berjalan dengan baik. Kemudian, Jokowi juga ingin menjamin proses peralihan kepemimpinan berjalan baik.

“Nah presiden ingin menjamin itu terjadi dengan baik, kedua beliau ingin menjamin bahwa proses transisi dari pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo kepada siapapun penerusnya nanti berjalan dengan baik,” ungkap Ericko.

Ia juga menyebut, Jokowi ingin betul-betul memastikan pemimpin selanjutnya sesuai dengan pilihan rakyat.

Presiden menginginkan nanti siapapun yang terpilih itu, terpilih benar-benar terjadi proses demokrasi. Tidak lagi misalnya ada katakan karena soal ya katakan isu-isu yang berkembang atau hoaks atau apapun itu,” kata Ericko.

“Tapi bahwa Presiden nanti yang terpilih atau partai atau caleg yang terpilih itu benar-benar kehendak rakyat, beliau ingin menjamin itu,” sambungnya.(Alief)

Exit mobile version