Suaranusantara.com – Marinus Gea, Anggota DPR RI Komisi XI sosialisasikan digitalisasai keuangan dan dorongan pertumbuhan ekonomi rakyat pada Sabtu 19 Agustus 2023.
Sosialisasi itu disampaikan oleh Marinus Gea melalui Forum Group Discussion yang dihadiri oleh para Hamba Tuhan Se-Tangerang Raya di Remaja Kuring, Jatiuwung, Kota Tangerang.
Dalam keterangannya, Marinus Gea menyampaikan jika Hamba Tuhan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi bagi jemaat.
Baca Juga : Semarak Malam Keakraban: Marinus Gea Hadir dalam Perayaan Kemerdekaan di Victoria Park Karawaci
“Peran para hamba Tuhan tidak hanya terbatas pada menyampaikan firman Tuhan, namun juga melibatkan upaya untuk memakmurkan kehidupan jemaat melalui sistem ekonomi yang efektif. Di tengah konteks Indonesia, upaya pembangunan ekonomi juga menjadi fokus, dengan implementasi sistem ekonomi yang sah di negara ini” ujar Marinus Gea
Selain itu, Anggota DPRI RI Dapil Banten III itu menyampaikan bahwa pentingnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di lingkungan gereja dan jemaat menjadi perhatian utama.
“Dalam rangka ini, Bank Indonesia (BI) hadir untuk mendukung dan mensosialisasikan sistem pembangunan ekonomi yang dapat mempermudah para anggota jemaat dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan siklus keuangan di gereja” tambahnya
Baca Juga : Hut RI ke 78, Marinus Gea Dorong Kedewasaan Hadapi Tantangan
“Peran gereja dalam membangun ekonomi dalam jemaat tidak terbatas pada menyediakan wadah untuk aktivitas bisnis atau perekonomian semata. Lebih dari itu, gereja memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan nilai-nilai etika dalam berbisnis, seperti kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial” tuturnya
Marinus Gea juga mengungkapkan bahwa dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam aktivitas ekonomi, gereja dapat membentuk jemaat yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
“Pembangunan ekonomi di dalam jemaat tidak hanya menguntungkan anggota jemaat secara individu, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan melibatkan nilai-nilai keagamaan dalam praktik ekonomi sehari-hari, gereja dapat menjadi pilar utama dalam membentuk masyarakat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan” sambungya(red)
